Kamis, 24 April 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Kembali ke Index Topik Pilihan
Kesehatan
FPKS Sesalkan Menkes yang Kampanyekan Pemakaian Kondom
Selasa, 19 Juni 2012 | 20:12 WIB
shutterstock
Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Baru saja dilantik, Menteri Kesehatan (Menkes) baru, dr Nafsiah Mboi SpA MPH telah membuat  gebrakan di awal masa kerjanya yang mengagetkan.

Ia berencana lebih meningkatkan kampanye penggunaan kondom untuk kelompok seks berisiko, termasuk kepada remaja dan masyarakat, untuk mencegah kehamilan beresiko juga menurunkanangkaaborsi.

Data dari BKKBN menyebutkan, jumlah aborsi tiap tahunnya mencapai 2,3 juta. Menurut Menkes, kampanye penggunaan kondom selaras dengan MDGs poin 6, yaitu memerangi HIV/AIDS.

"Kami sangat menyesalkan statmen Ibu Menkes yang mengatakan akan membuat gebrakan menggalakkan penggunaan kondom, untuk kelompok seks beresiko, termasuk kepada remaja dan masyarakat. Justru dengan itu pemerintah melegalkan seks bebas (zina) dengan alasan mensosialisasikan penggunaan kondom," ujar anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS),  Herlini Amran, di Jakarta, Selasa (19/6/2012).

"Mestinya pemerintah lebih meningkatkan penyuluhan pengetahuan komprehensif, terkait program kesehatan reproduksi wanita bagi remaja usia di bawah 15 tahun, karena masih jauh dari target yang dicanangkan sebesar 65 persen. Hanya tercapai 11,4 persen pada tahun 2011," ujarnya.

Fraksi PKS, menurut Herlini, meminta pemerintah meningkatkan pengkhususan sosialisasi, kepada komunitas beresiko/rentan.

"Berdasarkan hasil survei perubahan perilaku yang dirilis Kementerian Kesehatan, malah 55 persen dari keseluruhan infeksi baru HIV dan kasus AIDS disebabkan oleh hubungan seks heteroseksual. Jumlah itu naik dua persen dibandingkan lima tahun lalu," ujarnya.

Menurut Herlini, yang terpenting Kementerian Kesehatan harus lebih mendorong penyusunan regulasi, tentang pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di seluruh daerah. Selain itu, penyuluhan penggunaan kondom di berbagai lokasi yang beresiko terjadinya penularan seperti kafe, lokalisasi, lembaga pemasyarakatan dan tempat kerja di lepas pantai, pertambangan, dan kawasan hutan.

Kunci menurunkan angka aborsi,menurut anggota DPR dari daerah pemilihan Kepulauan Riau itu, bukan dengan memudahkanpenggunaan kondom kepada remaja. Hal yang perlu ditingkatkan adalah sosialisasi program kesehatan reproduksi kepada remaja, dan mengkampanyekan larangan seks bebas di luar nikah, selain pemerintah juga harus dapat bekerjasama lintas sektor berbagai lembaga pemerintah (Kemenkes, Kemendikbud, Kemenag, dan BKKBN).

"Walau bagaimanapun, peran utama agama menjadi hal yang tidak bisa diabaikan, sehinggamasalah ini dapat terselesaikan dari hulu sampai hilir,"ujarnya.

Penulis: Imam Prihadiyoko   |   Editor: Agus Mulyadi Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!