Sabtu, 12 Juli 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Kembali ke Index Topik Pilihan
Media Australia: 8 Orang Ditembak Mati TNI di Papua
Jumat, 8 Juni 2012 | 09:27 WIB
West Papua Media via ABC.net.au
Sebuah foto yang belum terkonfirmasi, disebutkan menggambarkan terbakarnya bangunan di Lembah Baliem, Wamena. Foto disebutkan berasal dari aktifis lokal Papua.

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah anggota TNI dilaporkan telah mengamuk dengan menembaki warga sipil di Wamena, Papua Barat, Kamis (7/6/2012) dini hari.

Sejumlah media asing melaporkan, amukan tentara itu menyebabkan warga sipil tewas dan 100 rumah hangus terbakar. Situs Sydney Morning Herald (SHM) yang mengutip keterangan kelompok aktivis Media Papua Barat, Jumat pagi, melaporkan, sedikitnya delapan orang tewas serta 100 rumah hangus dalam peristiwa yang melibatkan para tentara dari Batalyon 756 itu. Laporan awal menyebutkan bahwa kios dan toko-toko yang jadi sasaran diserang dengan penyembur api.

Sementara menurut ABC Online dan Herald Sun, kekerasan itu menewaskan seorang warga dan melukai 17 orang lainnya.

Namun, Kepala Penerangan Kodam XVII Cendrawasih Letnan Kolonel Ali Hamdan Bogra, sebagaimana dikutip SHM, membantah adanya bentrokan itu. Ia menuduh kaum separatis Papua yang membakar toko-toko mereka sendiri di Wamena. "Tidak ada bentrokan, tidak ada," kata Ali Hamdan seperti dikutip SMH.

Amukan para tentara itu, menurut sejumlah media Australia tersebut, bermula ketika dua tentara anggota Kostrad yang mengendarai sepeda motor menabrak seorang anak yang sedang bermain di Desa Honai Lama, Wamena, Rabu lalu. Warga desa yang marah kemudian menarik dua tentara itu dari sepeda motor dan memukuli mereka. Satu orang tewas, diduga setelah ditusuk, dan seorang lagi masuk rumah sakit.

Menurut keterangan yang diperoleh sejumlah media itu, kesatuan dari dua tentara tersebut lalu membalas dendam dengan menyerbu warga sipil Wamena.

Kadiv Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution membenarkan adanya aksi penembakan oleh para tentara tersebut. "Menyusul kecelakaan lalu lintas itu, tentara dari sebuah pos militer setempat datang dengan dua truk dan membalas dengan menembaki warga sekitar dan membakar sejumlah rumah," kata Irjen Saud Usman Nasution, seperti dikutip AFP. "Kejadian itu menyebar hingga ke pusat kota di mana sejumlah toko dan rumah juga terkena tembakan," kata Saud Usman lagi.

Sydney Morning Herald
Sumber :
Editor: Egidius Patnistik Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!