Selasa, 21 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Kembali ke Index Topik Pilihan
Target Malioboro, "Zero Complain"!
Senin, 16 April 2012 | 15:58 WIB
KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT
Suasana malam hari di Jalan Malioboro, Yogyakarta.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Malioboro yang masih menjadi magnet utama wisata di Kota Yogyakarta ditargetkan sebagai tujuan wisata zero complain atau tidak ada satu pun keluhan dari wisatawan yang berkunjung ke tempat wisata itu. "Akan ada beberapa upaya yang dilakukan untuk mewujudkannya, seperti penertiban parkir, menjaga kebersihan kawasan Malioboro," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro, Syarif Teguh di Yogyakarta, Minggu (15/4/2012).

Jika nanti muncul keluhan adanya bau tidak sedap atau banyaknya sampah, maka kami akan segera menindaklanjutinya.
-- Syarif Teguh

Menurut Syarif, upaya untuk mewujudkan Malioboro zero complain tersebut dimulai dengan menindaklanjuti keluhan dari masyarakat yang berkunjung ke Malioboro. Tindak lanjut atas keluhan tersebut akan dilakukan secara rutin hingga akhir tahun, setidaknya satu pekan sekali.

Pembenahan kawasan Malioboro tersebut dimulai sejak Sabtu (14/4/2012) malam, dengan fokus penertiban juru parkir karena dalam beberapa pekan terakhir, muncul banyak keluhan dari masyarakat yang mengaku harus membayar tarif parkir melebihi ketentuan.

Dalam penertiban tersebut, ditemukan satu juru parkir yang tertangkap tangan melakukan pelanggaran tarif parkir dengan menaikkannya menjadi Rp 1.500 untuk satu unit sepeda motor. Tarif parkir sepeda motor yang berlaku seharusnya Rp 1.000 per satu sepeda motor sekali parkir.

"Adanya keluhan tersebut juga menyebabkan citra juru parkir lain di kawasan ini menjadi tercoreng. Padahal, masih banyak juru parkir yang mematuhi aturan, tetapi karena muncul keluhan seperti itu, maka juru parkir lain pun dianggap sama," katanya.

Syarif mengatakan, telah melakukan tindakan kepada juru parkir nakal tersebut dengan menegur dan membinanya sehingga tidak mengulangi perbuatannya.

Pembenahan Malioboro, lanjut Syarif, tidak hanya sebatas penertiban parkir saja. "Jika nanti muncul keluhan adanya bau tidak sedap atau banyaknya sampah, maka kami akan segera menindaklanjutinya. Agar di kemudian hari, Malioboro menjadi tempat wisata tanpa ada satu pun keluhan dari masyarakat," katanya.

Sementara itu, Wakil Komandan Operasi Dinas Ketertiban Kota Yogyakarta, Dedy S mengatakan, penertiban juru parkir tersebut menjadi shock therapy bagu juru parkir. "Harapannya, operasi penertiban ini bisa menjadi peringatan untuk juru parkir lainnya. Selain di Malioboro, penertiban juga akan dilakukan di lokasi lain," katanya.

Sedangkan Ketua Paguyuban Pengelola Parkir Malioboro, Sigit Karsana Putra mengatakan, telah rutin memberikan imbauan kepada juru parkir untuk menaati peraturan yang ada. "Kami pun juga akan membantu melakukan penertiban. Karena tindakan seperti ini juga bisa berdampak pada dunia pariwisata," katanya.

Sigit berharap, ada standar pelayanan parkir yang disepakati bersama antara pemerintah, masyarakat dan pengelola parkir. "Perlu ada standar pelayanan parkir yang ditetapkan termasuk sanksinya, sehingga juru parkir tidak berbuat sewenang-wenang dan masyarakat bisa mengawasinya juga," katanya.

Antara
Sumber :
Editor: I Made Asdhiana Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!