Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Mengatasi Gap Orangtua-Anak
Rabu, 7 Desember 2011 | 08:44 WIB
SHUTTERSTOCK
Tak masalah beda usia jauh dengan anak, asalkan tidak mengalami gap mental.

KOMPAS.com — Perbedaan usia yang terlalu jauh antara orangtua dan anak boleh jadi menimbulkan gap. Namun, yang harus diwaspadai adalah ketika terjadi gap mental antara orangtua dan anak, apalagi ketika mengasuh anak remaja.

Sani B Hermawan, psikolog keluarga dari  Lembaga Daya Insani, mengatakan, gap mental perlu lebih diwaspadai. Perbedaan usia antara orangtua dan anak yang terlalu jauh takkan menimbulkan masalah jika orangtua dan anak tidak mengalami gap mental.

"Gap terlalu jauh secara mental bikin orangtua dan anak nggak nyambung," kata Sani saat jumpa pers di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Gap mental terjadi ketika orangtua tak memahami dunia anak-anak saat ini. Tak memahami selera musik anak masa kini, misalnya, bahkan tidak mengetahui berbagai hal yang disukai anak-anak di zamannya atau ragam hal menarik bagi generasinya.

Karena itu, Sani menegaskan pentingnya bagi orangtua untuk menjalani dua peran, sebagai teman terlebih dahulu, kemudian sebagai orangtua, terutama dalam pengasuhan terhadap anak remaja.

Untuk mengatasi gap mental, Sani menyarankan, "Kalau sudah terjadi seperti ini, kakak yang mengambil peran. Kakak perlu lebih dekat dengan si anak remaja ini, dan mengomunikasikannya dengan orangtuanya," katanya.

Selain itu, orangtua juga perlu menyelami dunia anak-anak serta membangun kebersamaan dan kekompakan dengan cara menyenangkan. Tak ada kata terlambat untuk mewujudkan kekompakan dengan anak, terutama remaja, agar mereka merasa lebih dekat dan terbuka dengan keluarganya.

Baca juga:
Agar Anak Kompak dengan Orangtua
Kalau Orangtua-Anak Terlanjur Tak Kompak

Penulis: WAF   |   Editor: wawa Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!