Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Berkuda Meningkatkan Konsentrasi Anak
Jumat, 2 Desember 2011 | 08:42 WIB
JN Stud
Dengan berkuda, anak-anak bisa melatih kemampuan interaksi sosial dengan mahluk hidup lainnya dan melatih keberaniannya
TERKAIT:

KOMPAS.com - Berkuda nampaknya belum banyak diminati, baik sebagai pilihan berolahraga maupun sebagai pengisi waktu senggang. Padahal, jika dilakukan sejak dini dengan frekuensi rutin, berkuda bisa memberikan berbagai dampak positif bagi yang pelakunya. "Olahraga ini sangat baik dilakukan sejak anak-anak mulai usia 6 tahun, untuk membantu perkembangan fisik dan karakter mereka," ungkap Rahmat Natsir, direktur sekolah berkuda JN Stud, saat media gathering di Gunung Geulis, Bogor, Jawa Barat, Kamis (1/12/2011) lalu.

Menurut Rahmat, kegiatan berkuda bisa membantu membangun karakter positif anak sehingga anak tumbuh menjadi anak yang mandiri. Dengan menunggang kuda, anak-anak memiliki kesempatan untuk beraktivitas dan berinteraksi sosial. Dengan berlatih berkelompok di tempat pelatihan kuda, jiwa sosial anak dapat dipupuk sebagai akibat dari interaksi sosial yang terjadi bersama teman, pelatih, sampai dengan kuda pilihannya. Anak pun bisa mendapat pengetahuan tentang kuda dan cara perawatannya.

Selain itu, anak-anak juga menjadi lebih mandiri dan percaya diri. Keberanian untuk duduk di atas pelana kuda yang terbilang cukup tinggi dari permukaan tanah, secara tak langsung membuat anak menjadi lebih berani melakukan berbagai hal. Kegiatan berkuda ini juga bisa melatih keseimbangan dan koordinasi tubuh anak.

"Dengan ini, anak-anak juga akan menjadi lebih fokus dan daya konsentrasinya lebih maksimal dalam semua hal. Karena berkuda memang membutuhkan koordinasi dan fokus yang tinggi terhadap keberanian, kendali, dan pengaturan koordinasi gerak badan," tambah Rahmat.

Ketika menunggang kuda, ada suatu ikatan emosional antara kuda dan anak yang secara tak langsung akan merajut rasa persahabatan dan kepercayaan pada "sahabat hewannya". Hal ini akan membuat tumbuhnya rasa sayang, dan kepedulian terhadap mahluk hidup lainnya.

"Setelah kenal berkuda, saya jadi merasa jauh lebih berani dan percaya diri. Selain menjadi lebih sehat, saya juga jadi lebih merasa perhatian dan sayang dengan Oreo, kuda saya. Saya juga bisa belajar bagaimana merawatnya, memberinya makan, dan juga bisa menang berbagai kejuaraan," ungkap Rosad Febrisamina, salah satu penunggang kuda cilik yang karena keahliannya berkuda sudah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan sekolah ke jenjang SMP.

Penulis: CHR   |   Editor: Dini Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!