Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Masuk UGD Gara-gara Lensa Kontak
Selasa, 27 Juli 2010 | 10:53 WIB

Kompas.com - Kehadiran lensa kontak memang bisa membuat seseorang tampil gaya tanpa kaca mata. Sayangnya, banyak pengguna lensa kontak yang malas melakukan perawatan sehingga cukup banyak kasus gangguan mata akibat lensa kontak yang menyebabkan penderitanya berurusan dengan unit gawat darurat (UGD).

Data terbaru yang dilansir Food and Drug Administration (FDA) menyebutkan tiap tahunnya lebih dari 700.000 anak dan remaja harus masuk UGD karena terluka atau komplikasi dari alat-alat kesehatan. Penyebab terbesarnya adalah karena komplikasi lensa kontak.

Lebih dari seperempat kasus yang terkait dengan lensa kontak antara lain disebabkan karena infeksi serta iritasi berat pada mata. Sebenarnya masalah ini bisa dicegah dengan cara rutin membersihkan lensa kontak setiap kali akan digunakan serta tidak menggunakan lensa kontak terlalu mata.

Idealnya lensa kontak tidak digunakan saat tidur agar mata cukup mendapatkan oksigen. Penggunaan lensa kontak dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan iritasi pada mata. Cara membersihkan yang kurang cermat atau kurang steril juga bisa menyebabkan timbulnya jamur.

Sementara itu kecelakaan lain yang menyebabkan anak dan remaja masuk UGD adalah jarum patah dan tertinggal di kulit akibat penyuntikan obat atau narkoba, infeksi telinga pada anak-anak, serta luka di kulit akibat penggunaan alat peraga ginekologi, khususnya pada remaja putri.

Penyebab paling serius pada umumnya menyangkut alat-alat medis, misalnya alat yang dipakai pada penderita hydrocephalus, kateter yang dipakai pasien kanker yang melakukan kemoterapi di rumah, serta pompa insulin untuk penderita diabetes.

AP
Sumber :
Penulis: AN   |   Editor: Lusia Kus Anna Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!