Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Ibu Perfeksionis Beresiko Baby Blues
Selasa, 13 Juli 2010 | 10:40 WIB

Kompas.com - Kebahagiaan yang meluap karena hadirnya bayi membuat ibu cenderung ingin memberi yang terbaik bagi keluarga. Sayangnya, sikap perfeksionis yang terkadang tidak realistis tersebut bisa menyebabkan ibu baru menderita depresi pasca persalinan atau baby blues.

Penelitian mengenai kemampuan para ibu baru dalam beradaptasi terhadap peran barunya ini menunjukkan para ibu merasa ada tuntutan dari lingkungan sekitarnya agar mereka bisa menjadi seseorang yang multiperan. "Tuntutan" tersebut mendorong mereka jadi perfeksionis.

Studi dilakukan terhadap 100 wanita yang baru melahirkan di Toronto, Kanada. Tingkat perfeksionisme mereka diukur berdasarkan jawaban dalam kuosioner dan juga perasaan depresi yang mereka rasakan.

Mereka yang tergolong perfeksionis ternyata adalah kelompok yang paling banyak menderita depresi pasca melahirkan. "Para ibu baru ini merasa semua berjalan kurang sempurna padahal yang terjadi sebaliknya, semua hal diurusnya," kata Gordon Flett, ahli psikologi dari York University, Kanada.

Fluktuasi emosi yang dialami para ibu pasca melahirkan ini seringkali tidak disadari orang-orang di sekitarnya, seperti suami, orangtua atau teman. Biasanya ini terjadi karena seseorang tidak mengungkapkan kesulitannya.

Depresi juga bisa muncul karena banyak wanita yang terpengaruh oleh mitos orangtua yang ideal. Padahal, sebenarnya wajar jika seorang ibu butuh menyesuaikan diri dalam menjalani tugas barunya. "Orang di sekitarnya harusnya bisa meyakinkan si ibu bahwa ia tak harus menjadi sempurna," kata Flett.

Untuk mencegah rasa depresi, Flett menyarankan agar suami, teman, atau orangtua, mendorong ibu baru untuk mau menceritakan perasaannya dalam menghadapi peran barunya dan siap membantu.

LiveScience
Sumber :
Penulis: AN   |   Editor: Lusia Kus Anna Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!