Kamis, 31 Juli 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Mengenal Kelainan Jantung Bawaan
Sabtu, 3 Juli 2010 | 09:51 WIB
SHUTTERSTOCK
Tubuh mungilnya memang menggemaskan, tetapi jangan lengah, ia masih sangat rentan.

Kompas.com - Satu dari 33 anak yang lahir di Amerika Serikat mengalami kelainan atau cacat kongenital. Penyakit kelainan jantung bawaan merupakan jenis penyakit tersering yang diderita anak. Sekitar 1 dari 100 hingga 200 anak menderita penyakit ini.

Kelainan ini bisa saja ringan sehingga tidak terdeteksi saat lahir. Namun pada anak tertentu, efek dari kelainan ini begitu berat sehingga diagnosis telah dapat ditegakkan bahkan sebelum lahir. Dengan kecanggihan teknologi kedokteran di bidang diagnosis dan terapi, banyak anak dengan kelainan jantung kongenital dapat ditolong dan sehat sampai dewasa.

Menurut Dr.Michael Katz, pakar kesehatan anak dari Columbia University, Amerika Serikat, kelainan jantung bawaan menjadi penyakit yang banyak diderita karena perkembangan organ jantung pada janin sangat rumit dan kompleks sehingga banyak kemungkinan terjadinya kelainan.

"Jantung adalah organisme yang paling kompleks dan semuanya jaringan yang berbeda tadi menjadi satu dan berkembang pada janin," kata Katz.

Jenis kelainan jantung kongenital terbanyak adalah bocornya, baik sekat serambi maupun bilik jantung, transposisi pembuluh darah besar dan tetap terbukanya saluran penghubung antara aorta dan pembuluh darah paru.

Tanda-tanda atau manifestasi klinis kelainan jantung bawaan sangat bervariasi, tergantung macam kelainannya. Kelainan yang menyebabkan penurunan aliran darah ke paru biasanya ditandai oleh kebiruan di kulit, kuku jari, bibir, dan lidah. Ini karena tubuh tidak mendapatkan zat asam memadai akibat pengaliran darah kotor ke tubuh. Pernapasan si anak akan menjadi cepat dan nafsu makan berkurang.

Belum diketahui pasti kenapa kelainan jantung bawaan terjadi. Ada dugaan ini terjadi akibat polusi, virus, rokok, rubella, dan obat-obatan. Faktor genetik juga disebutkan memperbesar kemungkinan mempunyai anak dengan kelainan jantung.

Penanganan kelainan ini bisa dengan obat-obatan, atau mengoreksi kelainan jantung dengan bantuan kateterisasi atau pembedahan.

Healthday News
Sumber :
Penulis: AN   |   Editor: Lusia Kus Anna Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!