Jumat, 25 April 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Kenali Penyebab Kelahiran Prematur
Jumat, 25 Juni 2010 | 11:33 WIB

Kompas.com - Persalinan prematur adalah terjadinya persalinan sebelum usia kehamilan standar lengkap, yaitu pada usia kehamilan antara 20-36 minggu. Kehamilan normal lamanya adalah 40 minggu dihitung dari hari pertama periode haid terakhir.

Bayi yang lahir kurang bulan, bisanya lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Bayi yang prematur ini dapat meninggal saat kelahiran atau membutuhkan perawatan intensif karena organ-organ vitalnya belum matang, misalnya paru, hati, atau refleks menelannya.

Di Indonesia, 30 persen kelahiran terjadi prematur. Persalinan prematur seringkali tidak diketahui sebabnya. Namun menurut Dr.Gilberto R.Pereira, ahli perinatologi dari rumah sakit anak Philadelphia, Amerika, ada beberapa penyebab persalinan prematur. Di antaranya adalah:

- Serviks atau mulut rahim tidak menutup sempurna sehingga kehamilan tidak bisa dipertahankan.

- Pre-eklampsia atau eklampsia, yaitu kondisi kehamilan dengan komplikasi tekanan darah tinggi, keluarnya protein di urin dan bengkak di kedua tungkai. "Bila kehamilan diteruskan bisa membahayakan nyawa ibunya," kata Pereira.

- Plasenta previa atau letak ari-ari berada menutupi jalan lahir.

- Kegagalan pertumbuhan janin.

- Infeksi pada selaput amnion atau ketuban.

- Cairan ketuban terlalu sedikit

- Kelahiran kembar

- Bentuk rahim tidak normal

- Pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya

Gejala persalinan prematur adalah terdapat penambahan jumlah lendir di vagina, adanya rasa kram seperti haid yang hilang timbul, terasa ada tekanan dengan irama yang teratur di daerah panggul, sakit punggung yang berhubungan dengan rasa kram di perut. Mereka yang mengalami hal tersebut harus langsung menghubungi dokter terdekat.

Untuk mengurangi risiko kelahiran prematur, ibu hamil disarankan untuk rutin memeriksakan kandungannya sehingga dapat diketahui adanya kelainan. "Kelahiran prematur bisa dicegah dengan cara meningkatkan status kesehatan ibu," kata Pereira dalam peluncuran Kampanye Peduli Bayi Prematur di Jakarta, Kamis (24/6).

Penulis: AN   |   Editor: Lusia Kus Anna Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!