Minggu, 20 April 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Tingkat Konsumsi Sayuran Masih Rendah
Laporan wartawan KOMPAS Hermas Effendi Prabowo
Jumat, 11 Juni 2010 | 08:52 WIB
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
ilustrasi

INDRAMAYU, KOMPAS.com - Dibandingkan negara tetangga, konsumsi sayuran masyarakat Indonesia tergolong rendah. Padahal mengonsumsi sayuran menyehatkan dan dapat mencegah timbulnya berbagai penyakit gangguan fungsi pencernaan.

Direktur Budidaya Tanaman Sayuran dan Biofarmaka pada Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Yul H Bahar mengungkapkan, saat ini konsumsi sayuran per kapita warga Indonesia hanya 40,6 kilogram per tahun. Jauh di bawah konsumsi beras yang mencapai 139 kg per tahun.

Selain faktor budaya, rendahnya konsumsi sayuran juga karena belum munculnya kesadaran yang masif di masyarakat untuk mengkonsumsi sayuran agar menyehatkan tubuh. Menu utama masih didominasi karbohidrat.

Konsumsi sayuran per kapita warga Indonesia jauh dibandingkan China yang mencapai 270 kilogram per tahun, Myanmar 80 kg, Malaysia 49 kg, Filipina 55 kg, Singapura 120 kg dan India 50. Rekomendasi FAO untuk konsumsi sayuran per kapita 73 kg.

Di negara lain konsumsi sayuran besar dalam bentuk salad. Mengonsumsi sayuran selain menyehatkan tubuh juga akan mendorong kegairahan usaha budidaya sayuran. Sehingga akan meningkatkan pendapatan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Editor: Tri Wahono Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!