Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Hari Lansia Nasional
Perilaku Menghormati Lansia Masih Kurang
Rabu, 9 Juni 2010 | 12:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Panitia Hari Lanjut Usia Nasional Provinsi DKI Jakarta, Djoko Haryanto, menilai bahwa generasi muda saat ini masih kurang menghormati lansia.

"Sikap dan perilaku generasi kini kurang menghormati lansia. Selain itu, perlu ada tanggung jawab sosial untuk kesejahteraan lansia," ungkapnya, Rabu (9/6/2010) di Jakarta.

Dia mengatakan, perlu suatu komitmen bersama antara masyarakat, pemerintah, dan unsur lainnya agar permasalahan terkait lansia dapat teratasi. Lansia sering kali terbentur pada permasalahan ekonomi dan sosial. Masalah ekonomi terjadi ketika lansia sudah tidak lagi produktif secara mandiri.

Terkait masalah sosial, lansia juga mudah terperangkap pada perasaan kesepian. Maka dari itu, tidak aneh jika Pusat Satuan dalam Keluarga (Pusaka) bekerja sama dengan Pemda DKI Jakarta mengusung tema "Kita Galang Kemitraan Masyarakat dan Keluarga Menuju Lanjut Usia Sehat dan Mandiri" dalam peringatan kali ini.

Puncak peringatan Hari Lanjut Usia Nasional untuk Provinsi DKI Jakarta diadakan di Pentas Seni, Ancol, Jakarta Utara. Sekitar 2.000 lansia dari berbagai perkumpulan memadati lokasi tersebut. Acara dimeriahkan dengan penampilan artis Iwan Fals, Dewi Sandra, dan D'massiv.

Sebelumnya, Pusaka juga sudah melakukan berbagai kegiatan memperingati Hari Lanjut Usia Nasional, seperti perlombaan, Gerakan Sayang Kakek dan Nenek, pemberian santunan sosial, penyerahan piagam penghargaan kepada tokoh masyarakat, serta pelayanan kesehatan gratis.

"Khusus gerakan sayang kakek dan nenek, kami membantu kunjungan rumah bagi para lansia tidak mampu untuk bertemu dengan cucu-cucunya," ungkapnya saat membuka acara ini.

Penulis: C10-10   |   Editor: Hertanto Soebijoto Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!