Rabu, 26 November 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Obesitas Berlebihan
Bocah Sukabumi 14 Tahun Berbobot 122 Kg
Selasa, 11 Mei 2010 | 18:41 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Supardi, bocah penderita obesitas dari Sukabumi, Jawa Barat, diduga menderita penyakit more bide obes atau obesitas yang berlebihan.

"Dugaan sementara mengarah ke more bide obes karena sejauh ini pasien tersebut tidak mengalami kelainan tumor otak yang mengarah ke gigantisme (berperawakan raksasa)," kata dokter ahli diabet dan obesitas Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, dr Hikmat Permana, Selasa (11/5/2010).

Ia mengatakan, jumlah berat badan Supardi yang mencapai 122,5 kg pada usia 14 tahun semakin menunjukkan bahwa ia mengalami obesitas berlebihan. Pihaknya menyarankan, langkah pertama yang harus dilakukan agar Supardi dapat menurunkan berat badannya adalah mencari penyebab utama yang membuatnya  mengalami obesitas.

"Langkah pertama, bagaimana kita mencari faktor penyebabnya, apakah faktor keturunan atau genetis," ujar dr Hikmat. Selain itu, untuk mengurangi berat badan Supandi, asupan keluar masuk gizi pun perlu diperhatikan dan dijaga ketat.

"Anak pada usia pertumbuhan idealnya membutuhkan 40-50 kalori per kilogram berat badannya," ujarnya.

Sebagai informasi, sejak 24 April 2010, Supardi, warga Kampung Cibalengbeng, Desa Cibaregbeg, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dirawat di RSHS Bandung.

Koordinator pelayanan kesehatan anak di bagian kesehatan anak yang juga dokter yang merawat Supardi di RSHS Bandung, dr J RM Ryadi Fadil SpA (K) MKes, mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab obesitas bocah tersebut. 

"Penyebab obesitasnya belum diketahui secara pasti karena sampai saat ini kami masih melakukan pemeriksaan," ujar dr RM Ryadi Fadil.

Ia menjelaskan, awalnya dokter menduga Supardi menderita tumor di bagian otak. "Dugaan ada tumor di kepalanya, tapi setelah dilakukan CT scan ternyata tumor itu tidak ada," katanya. Menurut dia, selama menjalani perawatan di RSHS Bandung, Supardi melakukan pemeriksaan CT scan untuk mendeteksi tumor di bagian otak, pemeriksaan jantung, hingga magnetic resonance imaging atau MRI.

ANT
Sumber :
Editor: yuli Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!