Jumat, 31 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Pascamelahirkan
Astaga! Tiap 1 Jam, 2 Ibu Meninggal
Minggu, 9 Mei 2010 | 09:23 WIB
ferril dennys
APPI dan Kowani melakukan aksi damai "Stop Kematian Ibu", di Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (9/5/2010). Aksi ini untuk menyadarkan masyarakat bahwa mengurangi kematian ibu dan bayi merupakan tanggung jawab bersama.

JAKARTA, KOMPAS.com — Apakah Anda mengetahui berapa jumlah kematian ibu saat melahirkan?  Indonesia mencatat angka yang luar biasa. Bayangkan saja, setiap satu jam, dua ibu meninggal saat melahirkan.

"Penyebab langsung terbesar kematian ibu adalah pendarahan," kata Ketua Aliansi Pita Putih Indonesia (APPI) Pandi MPH saat melakukan aksi bersama Kongres Wanita Indonesia (Kowani) bertema "Stop Kematian Ibu" di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (9/5/2010).

APPI merupakan sebuah organisasi yang menaruh perhatian besar terhadap kematian ibu dan bayi. Menurut Pandi, aksi ini untuk membangkitkan kepedulian masyarakat untuk mengurangi kematian ibu dan bayi.

Pandi mengatakan, jumlah kematian ibu mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup pada 2009. Jumlah ini mengalami penurunan signifikan dibandingkan pada tahun 2007 yang jumlah kematian ibu mencapai 307 per 100.000 kelahiran hidup. "Di seluruh dunia, setiap satu menit terdapat satu ibu meninggal. Afrika menjadi negara yang paling tinggi," terang Pandi.

"Sementara di Indonesia, tingkat kematian ibu cukup tinggi terdapat di Provinsi Jawa Barat, Papua Barat, dan Kalimantan Barat," tambahnya.

Selain pendarahan, Pandi mengungkapkan, kematian ibu disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu terlalu muda, terlalu tua, terlalu banyak anak, dan terlalu sering melahirkan. "Penyebab tidak langsung lainnya adalah terlambat mengambil keputusan, terlambat transportasi, dan terlambat penanganan," tegasnya.

Penulis: C16-09   |   Editor: Glo Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!