Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Diluncurkan, Pendekatan Baru Program KB
Selasa, 6 April 2010 | 15:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Perubahan sistem pemerintahan menjadi desentralisasi membawa tantangan baru dalam keberhasilan program Keluarga Berencana atau KB. Data menunjukkan, selama tahun 2003, program KB nasional berjalan stagnan. Untuk itu, perlu cara baru dalam pengelolaan program KB.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BKKBN Sugiri Syarief saat peluncuran inisiatif Advance Family Planning (AFP) di Jakarta, Selasa (6/4/2010). Advance Family Planning adalah suatu inisiatif yang bertujuan untuk merevitalisasi program KB melalui peningkatan anggaran dan komitmen kebijakan di tingkat lokal, nasional, dan global.

"Lewat program AFP ini, kita akan mengadaptasi cara advokasi dari negara maju. Pendekatan tersebut nantinya bisa disebarluaskan di seluruh Indonesia sehingga makin banyak kepala daerah yang mau menaruh perhatian pada program KB," papar Sugiri.

Menteri Kesehatan RI Endang Rahayu Sedyaningsih dalam sambutannya menyambut baik program AFP yang didukung oleh The Bill and Melinda Gates Foundation dan The David and Lucile Packard Foundation ini. Namun, ia berpesan agar pelaksanaannya tetap menggunakan data yang ada di Depkes.

"Dalam menentukan daerah-daerah yang dituju, hendaknya tetap memakai data dari Riskesdas dan dikaitkan dengan sistem dan program yang sudah ada supaya berkelanjutan," kata Menkes.

Program advokasi bernilai 1 juta dollar AS ini akan dilaksanakan selama tiga tahun. Menurut Sugiri, para konsultan akan melakukan evaluasi cara-cara advokasi yang selama ini sudah diterapkan serta memberi masukan dan melatih para kader di Indonesia.

Sugiri menambahkan, target program ini tercapai jika makin banyak kabupaten dan kota yang ikut program KB. "Jika program ini berhasil, Indonesia bisa menjadi pembelajaran bagi negara lain," paparnya.

Indonesia merupakan salah satu dari sembilan negara yang dipilih untuk menjalankan program AFP karena dianggap pernah mencapai kesuksesan dalam program kependudukan. "Indonesia merupakan negara yang masih dipelajari kesuksesannya dalam program KB, tetapi masih punya tantangan yang cukup besar untuk mempertahankannya," kata Jose Rimon II, Global Health Policy and Advocacy dari Bill & Melinda Gates Foundation.

Revitalisasi program KB juga dianggap sangat penting dalam mencapai Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) di bidang kesehatan. Data terakhir menunjukkan bahwa mengurangi kelahiran yang tidak direncanakan melalui KB dapat membuat dunia menghemat dana sebesar 5,1 miliar dollar AS.

Penulis: AN   |   Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!