Rabu, 22 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Remaja, Ingatlah Etika Pergaulan
Senin, 5 April 2010 | 17:54 WIB

Perkembangan zaman dan teknologi informasi membuat remaja lebih bebas bergaul dengan siapa saja. Dengan kondisi ini, para remaja diharapkan tetap memegang etika dan nilai agama ketika bergaul agar tidak melakukan hal-hal negatif.

Hal itu mengemuka dalam final lomba esai antarpelajar dari Jawa, Bali, dan Madura di Kampus Institut Agama Islam Negeri Walisongo, Semarang, Sabtu (3/4). Sebanyak tujuh pelajar yang menyisihkan puluhan pelajar lainnya mempresentasikan esai mereka dalam lomba yang digelar untuk merayakan Dies Natalis ke-40 IAIN Walisongo.

Setiap peserta mempresentasikan ide mereka di hadapan tiga juri selama 20 menit. Selain juri, para pengunjung lomba dapat ikut bertanya dan mengkritisi paparan para peserta.

Mohamad Kholil Azis, peserta dari Madrasah Aliyah Manbaul Ulum Madura, misalnya, mengangkat tema "Islamisasi Remaja dalam Beretika".

Azis berpendapat bahwa dengan memegang prinsip ajaran agama Islam, para remaja lebih tangguh dan tidak mudah tergoda melakukan hal-hal negatif.

Namun, Azis juga menyadari bahwa ide yang disampaikannya mungkin sulit diterima sebagian besar remaja.

"Remaja seperti saya inginnya selalu bebas dalam melakukan apa saja," kata Azis.

Pengaruh lingkungan juga mempersulit remaja untuk tetap memegang nilai-nilai sosial dalam bergaul. Dalam pengaruh lingkungan yang buruk, remaja mudah tergoda, misalnya untuk memakai narkoba atau melakukan seks bebas.

Nurul Inayah, peserta dari Madrasah Aliyah Darul Ulum Jepara, berpendapat bahwa setiap remaja harus memiliki kepribadian ganda.

"Remaja boleh nakal, tetapi remaja juga harus memiliki kesadaran agar kenakalan itu tidak melebihi batas wajar," kata Nurul.

Menurut Nurul, batasan yang kaku dalam pergaulan remaja justru dapat mendorong remaja memberontak. Alasannya, remaja masih ingin mencari jati diri dengan mencoba hal-hal yang baru.

Dengan ide ini, Nurul berhasil menjadi juara tiga dalam lomba ini. Juara pertama diraih Rizal Tawakkal Alya dari SMA Negeri I Demak, dan juara kedua diraih Mohammad Afrizal Lutfi dari SMA Negeri I Purwokerto.

Solusi sendiri

Direktur Kelompok Studi Mahasiswa Walisongo IAIN Walisongo Khairul Anam mengatakan, lomba ini bertujuan mencari remaja yang mempunyai gagasan yang baik untuk menjaga pergaulan remaja.

"Kami mendorong remaja agar membuat sendiri solusi baru untuk menjaga pergaulan mereka," kata Khairul.

Lomba yang memperebutkan piala Rektor IAIN Walisongo ini juga menjadi kampanye pergaulan remaja yang positif. Selain lomba esai, dalam waktu yang sama, panitia juga menggelar lomba pidato dalam bahasa Arab dan Inggris untuk pelajar. (Herpin Dewanto)

 

 

Penulis: Dewanto, Herpin   |   Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!