Sabtu, 25 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Kasus Susno Belum Dilaporkan ke Presiden
Laporan wartawan KOMPAS Suhartono
Selasa, 23 Maret 2010 | 12:41 WIB
KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO
Plt Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean (kedua dari kiri) bersama Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Darmono, Kuntoro Mangkusubroto, dan Denny Indrayana (kiri ke kanan) usai memberi keterangan kepada wartawan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/1/2010). Kedua lembaga tersebut berkoordinasi dalam upaya pemberantasan mafia hukum.

JAKARTA, KOMPAS.com — Meskipun kasus pengaduan mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri Komisaris Jenderal Susno Duadji tentang adanya makelar kasus di Mabes Polri sudah bergulir selama seminggu, Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum mengakui pihaknya belum melaporkannya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Hal tersebut dikatakan Sekretaris Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Denny Indrayana di sela-sela rapat pleno Satgas Pemberantasan Mafia Hukum di Gedung Unit Kerja Presiden Pengawas Perencana Pembangunan (UKP4), Jakarta, Selasa (23/3/2010) siang ini.

"Kasus ini kita belum laporkan ke Presiden, karena kasus ini akan kita laporkan secara utuh dan tidak parsial bagaimana posisinya. Namun, saya yakin, Presiden akan concerned dan menaruh perhatian atas kasus terkait mafia peradilan ini," tandas Denny.

Menurut Denny, mekanisme laporan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum akan dilakukan tiga bulanan secara rutin. "Akan tetapi, di luar yang rutin itu Satgas bisa melaporkan kasus-kasus yang penting. Untuk itulah Satgas dibentuk oleh Presiden," tambah Denny.

Denny kembali menegaskan adanya informasi penting yang diperoleh Satgas dari salah satu sumber mengenai adanya keganjilan dalam penanganan makelar kasus di jajaran Polri. Ditanya apakah artinya Satgas Pemberantasan Mafia Hukum akan membongkar tuntas kasus pengaduan Susno, Denny hanya menjawab, "Kami akan memperjelas bagaimana kasus ini supaya terang benderang sesuai dengan kewenangan Satgas."

Denny mengakui penanganan kasus ini harus hati-hati karena terkait institusi penting yang harus disayangi. Namun, ia akan selalu berkoordinasi dengan Polri dan Kejaksaan Agung sendiri.

Editor: wah Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!