Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Penggunaan Alkohol Lebih Buruk Ketimbang Narkotika
Sabtu, 20 Maret 2010 | 09:44 WIB
KOMPAS.com/WISNUBRATA
Ilustrasi: Minuman beralkohol

SYDNEY, KOMPAS.com - Penyalahgunaan alkohol menjadi masalah yang lebih besar bagi masyarakat Pasifik dibandingkan dengan narkotika, demikian laporan Australia, yang mengaitkan minum dengan kekerasan dalam rumah tangga dan masalah luas kesehatan.

Survei Burnet Institute, yang dipimpin oleh Australian National Council on Drugs, mendapati bahwa alkohol adalah bagian utama keprihatinan di Pasifik, yang sebagian masyarakat terpencilnya termasuk di antara yang paling miskin di dunia.

"Itu dengan jelas mengidentifikasi alkohol sebagai bahan utama keprihatinan di wilayah Pasifik dan memperlihatkan kanabis adalah obat terlarang utama yang paling memprihatinkan di wilayah itu," kata penulis bersama studi tersebut, Robert Power, pekan ini.

"Ini adalah untuk pertama kali kami memperoleh gambaran yang jauh lebih jelas mengenai bahaya besar yang menyebar di banyak negara yang menjadi tetangga kami. Alkohol dipandang sebagai faktor utama penyumbang bagi sejumlah masalah kesehatan yang menyerang rakyat di Pasifik," katanya.

Laporan itu menyeru pembuat minuman di Australia dan Selandia Baru, yang produk mereka digunakan secara luas di Pasifik, agar membantu menghapuskan masalah tersebut. Rekomendasi meliputi penyediaan program perawatan dan peningkatan pengumpulan data.

"Kami menyaksikan terus-menerus bahaya jelas yang ditimbulkan oleh alkohol bagi masyarakat Australia," kata John Herron, pemimpin dewan Australia.

"Peningkatan masalah yang berkaitan dengan alkohol dan pontesi peningkatannya di Pasifik sangat besar --terutama jika kita tak bertindak sekarang," katanya.

ANT, AFP
Sumber :
Editor: hertanto Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!