Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Salah Menyikat, Gigi Jadi Sensitif
Kamis, 18 Maret 2010 | 14:48 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Di antara berbagai masalah gigi, keluhan rasa ngilu saat mengonsumsi makanan atau minuman dengan suhu ekstrem atau disebut gigi sensitif, paling sering dialami penduduk. Di Indonesia, 65 persen penduduk mengalaminya, sementara itu 4-74 persen masyarakat di seluruh dunia mengeluhkan hal yang sama.

Menurut Prof. Trimurti Abidin, drg, Sp.KG, ahli kesehatan gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara, bila masalah gigi sensitif tidak diatasi, maka bisa memicu terjadinya radang di jaringan pulpa (jaringan lunak dalam gigi) sehingga terjadi sakit yang berkepanjangan, bahkan kematian gigi.

"Dari masalah yang sebenarnya sederhana, bisa berkembang menjadi fatal karena akan menyebabkan focal infection," paparnya dalam acara media edukasi mengenai gigi sensitif yang diadakan oleh Pepsodent, di Jakarta (18/3).

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan gigi sensitif, antara lain kebiasaan menggosok gigi dengan cara yang salah, penyakit gusi yang membuat terbukanya permukaan akar gigi yang mengarah langsung ke syaraf gigi, serta penumpukan plak.

"Makanan yang terlalu asam jika terlalu sering dikonsumsi juga bisa membuat erosi email gigi dan memicu penyakit gusi," kata drg.Trimurti.

Ia menambahkan, cara penanggulangan gigi sensitif tergantung pada kasusnya. "Kalau disebabkan karena kesalahan dalam menyikat gigi, maka cara menyikatknya diperbaiki. Bila karena tambalan yang rusak, maka dokter akan memperbaikinya. Yang terpenting, ketahui dulu penyebabnya," paparnya.

Selain menghindari makanan yang terlalu asam, terlalu panas atau dingin, gigi sensitif juga dapat dicegah dengan penggunaan pasta gigi khusus gigi sensitif. "Pasta gigi yang mengandung garam-garam potasium sangat dianjurkan untuk orang dengan keluhan ngilu karena kandungan ini dapat menurunkan sensitivitas dentin dan mempercepat penutupan tubulus dentin," kata drg. Ratu Mirah Afifah, profesional relationship manager PT.Unilever Indonesia.

Penulis: AN   |   Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!