Senin, 21 April 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Turun, Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia
Rabu, 17 Maret 2010 | 01:16 WIB
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Seorang anak menunggu orangtuanya yang mengikuti program Keluarga Berencana (KB) dengan memasang alat kontrasepsi gratis di kampung nelayan, Tambaklorok, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (11/10). Selain mengendalikan pertumbuhan penduduk, program KB berperan mengurangi kemiskinan.
TERKAIT:

MAMUJU, KOMPAS.com - Program Keluarga Berencana (KB) nasional hingga akhir Desember 2009, telah berhasil menurunkan laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,14 persen/tahun.
   
Hal ini dikatakan Direktur Pelaporan dan Statistik Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Rachmat Santoso, di Mamuju, pada rapat kerja daerah pembangunan kependudukan dan KB tahun 2010 di Mamuju, Selasa (16/3/2010).
   
Menurut dia, 2010 merupakan tahun pertama pelaksanaan Rencana Jangka Panjang Menegah Nasional (RPJMN) yang dijabarkan dalam strategis (Renstra) BKKBN untuk tahun 2010-2015.
    
Ia mengatakan, beberapa indikator penting dalam RKP 2009, sehingga target pencapaian program BKKBN berhasil melampaui dari target yang ada karena partisipasi semua pihak termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri dan berbagai mitra yang telah giat melakukan gerakan untuk menyukseskan kegiatan KB tersebut.  "Pencapaian peserta KB baru tahun 2009 sebesar 7,67 juta pasangan usia subur (PUS) atau 117 persen terhadap perkiraan permintaan masyarakat (RPM) sebesar 6,51 juta peserta KB baru pria termasuk peserta KB baru pria dari keluarga prasejahtera dan sejahtera sebesar 2,9 juta penduduk," jelasnya.
   
Hal ini, kata dia, menunjukkan bahwa program KB telah menjangkau seluruh keluarga miskin yang direncanakan mendapat alat kontrasepsi gratis yang rata-rata tingkat pencapaian di seluruh provinsi melebihi seratus persen.   
   
"Tingkat pencapaian diatas rata-rata 100 persen itu menunjukkan bukti bahwa program KB dalam upaya menekan laju pertumbuhan penduduk telah tercapai secara optimal yang harus dijalankan untuk menghindari ancaman ledakan penduduk di tanah air," ungkapnya.
   
Berkaitan dengan partisipasi peserta KB pria, kata Rachmat, hal itu juga mulai memperlihatkan hasil yang menggembirakan yang telah mencapai angka sebesar 2,9 persen atau sedikit lebih rendah dari sasaran peserta KB aktif pria yang ditargetkan sebesar 3,6 persen. "Ini pun juga salah satu tantangan tersendiri agar tetap termotivasi bagi kaum pria agar tetap berpartisipasi dalam program KB," tuturnya.
   
Selain itu, kata dia, salah satu jalan yang harus ditempuh adalah memberikan perhatian kepada pembinaan ketahanan keluarga melalui BKKBN karena pada hakekatnya kegiatan ini merupakan salah satu wadah pembinaan kesertaan KB sekaligus untuk mendidik keluarga agar tetap mampu membina tumbuh kembang bagi anak dan remaja dengan baik.

 

ANT
Sumber :
Penulis: XVD   |   Editor: primus Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!