JAKARTA, KOMPAS.com - Kesadaran penduduk di negara maju terhadap kesehatannya ternyata bisa membuat mereka jadi serba berlebihan. Terlalu banyak skrining kanker, deteksi penyakit jantung, terlalu banyak operasi caesar. Para ahli menyebutkan, orang-orang Amerika, bahkan Presiden Barack Obama terlalu khawatir pada kesehatannya.
Apakah karena para dokter di sana lebih peduli pada pencegahan? Atau pasien di sana sangat sadar pada kemajuan teknologi kedokteran dan yakin pada berbagai tes dan terapi terbaru? Kombinasi dua hal itu bisa jadi alasannya. Akan tetapi para ahli kesehatan menilai, saat ini diperlukan petunjuk baru yang lebih efisien dan dibutuhkan komunikasi yang lebih dalam antara pasien dan dokter mengenai risiko dan manfaat setiap tindakan yang diambil.
Baru-baru ini media di Amerika Serikat melansir rencana check up Presiden Obama. Orang nomor satu di AS tersebut dijadwalkan akan melakukan tes kanker prostat dan kolonoskopi virtual. Padahal, tes kanker prostat tidak direkomendasikan dilakukan secara rutin dan skrining kolon tidak direkomendasikan untuk orang yang belum berusia 50 tahun. Usia Obama adalah 48 tahun.
Juru bicara Gedung Putih berkilah skrining kolon kanker terkadang direkomendasikan untuk orang yang beresiko tinggi. Dan kolonoskopi virtual merupakan terapi yang tidak invasif sehingga lebih aman.
"Skrining kanker kolon akan membuat kita terpapar radiasi, sehingga tidak banyak manfaat yang bisa kita ambil, selain karena menghabiskan biaya yang tinggi," kata Dr.Rita Redbergh, editor jurnal Archives of Internal Medicine.
"Masyarakat saat ini melakukan berbagai tes untuk tujuan pencegahan. Padahal, pencegahan adalah semua hal yang sudah diajarkan sejak kecil, yakni olahraga teratur, cukup tidur, tidak merokok, dan makan makanan bergizi. Kini kita mengganti semua itu dengan berbagai prosedur tes kesehatan," katanya.
Minggu ini New England Journal of Medicine melaporkan hasil studi yang menyebutkan banyak pasien yang melakukan tes angiogram (untuk deteksi penyakit jantung) yang sebetulnya tidak diperlukan.
Kendati demikian, banyak pakar yang menyatakan pentingnya deteksi dini. Beberapa jenis kanker bisa dideteksi sejak dini dan memberikan penyembuhan yang lebih baik bila diketahui sejak awal. "Skrining kanker bisa menyelamatkan banyak nyawa," demikian alasan para ahli.
Dr.Richard Wender, mantan ketua American Cancer Society mengatakan, ada kelompok pasien yang mendapatkan manfaat lebih dengan melakukan skrining. Misalnya saja pasien yang sudah tua, orang yang sangat takut kena kanker dan sebagainya.
Kebanyakan pasien juga melakukan tes rutin karena termakan oleh iklan, informasi medis yang tidak utuh, dan atas saran dokternya sendiri. Yang pasti, selama pasien mendapat informasi mengenai manfaat dan efek samping dari tes tersebut, tidak masalah apakah mereka akan melakukan tes secara rutin atau tidak. Apalagi ada pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati.