Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Parasit Malaria Makin Kebal Obat
Senin, 1 Maret 2010 | 13:23 WIB
Ilustrasi

KOMPAS.com — Artimisinin selama ini dikenal sebagai obat yang sangat efektif mengatasi malaria, terutama di daerah yang telah terjadi resistensi pada jenis obat malaria konvensional. Namun, riset terbaru menunjukkan, parasit malaria pun kini kebal pada obat tersebut.

Para pakar penyakit malaria, dalam pertemuan di Phnom Phen, Kamboja, baru-baru ini menyatakan, sejumlah pasien malaria di daerah perbatasan Kamboja dan Thailand dilaporkan tidak menunjukkan respons pada terapi obat Artimisinin.

Dr Sylvia Meek, Direktur Teknikal Malaria Consortium, mengatakan, resistensi obat tersebut terjadi karena meningkatnya pergerakan populasi manusia. ”Makin banyak orang yang mengunjungi negara lain, misalnya saja turis dari Nigeria ke Asia. Tren ini terus meningkat setiap tahun,” katanya.

Dia menambahkan, mungkin hanya beberapa pelancong internasional saja yang resisten terhadap parasit malaria. ”Namun, sekali mereka menularkan kepada orang lain, penularannya berlangsung cepat,” katanya.

Malaria merupakan salah satu dari penyakit yang diharapkan bisa ditanggulangi pada abad ini selain juga penanggulangan HIV/AIDS dan tuberkulosis. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan, tak kurang dari 300-500 juta penduduk dunia terinfeksi parasit malaria dan setidaknya satu juta orang meninggal tiap tahun akibat penyakit yang masih endemik di banyak negara tropis dan subtropis, termasuk Indonesia.

BBC
Sumber :
Penulis: AN   |   Editor: Anna Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!