Sabtu, 26 Juli 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Kembali ke Index Topik Pilihan
Nyeri karena Herpes
Senin, 1 Maret 2010 | 07:37 WIB
shutterstock

Kakek saya berumur 72 tahun menderita nyeri yang amat sangat. Mula-mula beliau mengalami bentol-bentol, kemudian bentol tersebut berair seperti cacar, tetapi hanya terbatas pada lengan dan dada kiri. Kakek amat menderita karena kelainan kulit ini yang semakin lama semakin melebar. Cairan pada bentolnya juga makin banyak dan beberapa pecah.

Menurut Kakek, daerah yang ada bentol tersebut panas dan nyeri seperti disiram cabai. Badan Kakek juga sedikit demam sehingga dia tak bisa tidur. Nafsu makannya juga menurun dan setiap hari dia terpaksa buka baju karena jika kelainan pada kulit ini tersentuh baju akan nyeri sekali.

Saya membawa Kakek ke dokter. Menurut dokter, Kakek menderita herpes zoster yang di masyarakat dikenal sebagai cacar ular. Penyakit ini akan berlalu, tetapi dokter memberikan obat untuk herpes, juga ada salep untuk mempercepat penyembuhan. Obat tersebut dimakan lima kali sehari dan memang kelainan kulit menjadi kering, tetapi berbekas.

Saya berharap dengan mengeringnya kelainan pada kulit, penderitaan Kakek akan hilang. Ternyata nyeri akibat herpes terus menetap dan sampai sekarang, sudah dua minggu, Kakek masih menderita nyeri. Kalau tak tahan, Kakek sampai menjerit kesakitan, apalagi jika kelainan tersebut tersentuh.

Apakah memang nyeri pada herpes sedemikian hebatnya? Adakah penyakit lain yang menyertai? Kenapa herpes sudah sembuh, tetapi nyeri masih berlanjut? Apa yang dapat dilakukan agar penderitaan kakek dapat berakhir? Bagaimana cara penularan cacar ular ini? Mungkinkah penyakit ini dapat dicegah, bagaimana caranya?

P di J

Virus varisela zoster

Herpes Zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varisela zoster yang memberikan gambaran ruam pada kulit. Ruam ini kemudian akan berkembang seperti cacar dan memang kelainan kulit ini menimbulkan rasa nyeri. Herpes zoster biasanya terjadi akibat reaktivasi virus varisela zoster. Jadi, seseorang yang sudah sembuh dari varisela (cacar air) dapat mengalami herpes zoster.

Pada cacar air, kelainan dapat mengenai seluruh badan, sedangkan pada herpes zoster kelainan sesuai dengan persarafan sehingga hanya bagian tertentu yang mendapat persarafan tersebut yang mengalami kelainan. Karena itu, biasanya kelainan terbatas pada daerah tertentu dan hanya separuh badan. Artinya, kelainan tersebut hanya pada bagian kanan atau kiri badan saja. Memang pada kekebalan tubuh yang amat menurun kelainan dapat meluas, bahkan dapat menyeberang pada bagian tubuh lain karena persarafan yang diserang dapat lebih dari satu (multiple).

Gejala khas herpes zoster berupa ruam vesikuler (berair) dengan penyebaran unilateral, tersebar terbatas pada 1-3 dermatom. Daerah yang paling sering terkena adalah daerah dada dan lengan meski daerah lain juga dapat terkena, seperti muka. Jika herpes zoster menyerang muka dan melibatkan mata, rasa nyeri dapat dibayangkan akan semakin hebat. Bahkan, kalau kelainan mata tak ditangani dengan baik, hal itu berpotensi menimbulkan kebutaan.

Demam dan nyeri otot

Sebelum ada gejala kulit, biasanya sudah ada gejala pendahuluan berupa demam, lemah, serta nyeri otot dan tulang. Setelah 4 sampai 14 hari, barulah timbul kelainan kulit. Memang benar herpes zoster akan menghilang sendiri. Pemberian obat (asiklovir) akan mempercepat penyembuhan. Pada orang muda, penyembuhan mungkin menimbulkan sedikit bekas berupa kehitaman pada kulit. Namun, pada orang berusia lanjut dapat terjadi neuralgia post herpetic. Ini merupakan nyeri yang terjadi karena rangsangan saraf dan nyeri ini tetap ada meski herpes pada kulit sudah sembuh.

Pada orang berusia lanjut, masa penyembuhan lebih lama serta kejadian neuralgia ini lebih sering. Pencegahan penularan dengan vaksin varisela diharapkan juga dapat mencegah timbulnya herpes zoster di samping penyakit varisela. Memang ada kekebalan silang antara varisela dan herpes zoster, tetapi tampaknya kekebalan silang tidak terlalu kuat sehingga untuk orang berusia lanjut sekarang sudah tersedia vaksin herpes zoster. Namun, di Indonesia, vaksin baru ini belum ada. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama sudah tersedia.

Rasa nyeri pasca-herpes zoster ini dapat dikurangi dengan terapi antinyeri. Jika dengan obat rasa nyeri tak juga hilang, Anda dapat meminta bantuan dokter neurologi atau bedah saraf untuk melakukan tindakan pada saraf yang terlibat. Jadi, saya anjurkan Anda membawa kakek Anda ke dokter saraf untuk mengatasi nyeri yang amat mengganggu itu.

Konsultasi dijawab oleh Dr.Samsuridjal Djauzi

Kompas Cetak
Sumber :
Editor: Lusia Kus Anna Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!