Sabtu, 26 Juli 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Polisi Terus Dalami Jaringan di Aceh
Kamis, 25 Februari 2010 | 03:26 WIB

Banda Aceh, Kompas - Meski menyatakan kelompok bersenjata di Aceh Besar terkait dengan Jamaah Islamiyah, Kepolisian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam, Rabu (24/2), terus mendalami kasus ini, terutama terkait dengan keterangan empat tersangka dan barang bukti yang didapat.

”Alat-alat yang dikenal di tempat kita (barang bukti) sepertinya diperoleh dari luar. Kami belum menemukan sumber dan pemasoknya,” kata Kepala Polda NAD Inspektur Jenderal Adityawarman kepada wartawan seusai serah terima jabatan Wakil Kapolda NAD di Banda Aceh kemarin.

Sejauh ini, lanjut Adityawarman, pihaknya belum bisa menarik benang merah antara kelompok bersenjata yang ada di Aceh dan kelompok atau jaringan terorisme yang pernah beraksi di Indonesia.

Meski demikian, tertangkapnya dua orang asal Pandeglang, Banten, dalam penggerebekan polisi pada Senin lalu setidaknya menunjukkan ada kemungkinan keterkaitan kelompok Aceh dengan kelompok lain yang di luar Aceh.

Barang bukti yang didapat di lapangan, tambah Adityawarman, menguatkan keyakinan polisi bahwa kelompok Aceh memang memiliki keterkaitan dengan jaringan lain di Indonesia.

Sebagaimana diberitakan, pada Senin lalu polisi menggerebek suatu pelatihan yang diduga dilakukan kelompok Jamaah Islamiyah di Desa Jalin, Kecamatan Jantho, Kabupaten Aceh Besar. Dalam penggerebekan itu, polisi menangkap Ismet Hakiki (34), Zaki Rahmatullah (37), Yudi Zulfahri (27), dan Masykur Rahmat (35). Ismet dan Zaki adalah warga Pandeglang, sedangkan Yudi dan Masykur masing-masing adalah warga Banda Aceh dan Aceh Besar.

Selain menahan empat tersangka, polisi juga menyita beberapa barang bukti, seperti pisau komando, pisau lempar, teleskop, ransel, VCD, perlengkapan pakaian, dan tenda. Selain itu, baju bertuliskan ”abu mush’ab” dan rompi dengan motif loreng juga disita.

Enam bulan

Menurut Adityawarman, pihaknya sudah mengamati gerak-gerik kelompok yang jumlahnya sekitar 60 orang itu sejak enam bulan lalu. Hasil analisis sementara, kelompok tersebut memiliki anggota di wilayah Aceh. Cikal bakalnya sudah ada. Hal itu terbukti dengan banyaknya jumlah anggota.

Salah satu dari empat orang yang ditangkap, kata Adityawarman, sudah dikenal sebagai anggota jaringan kelompok bersenjata. ”Tetapi, kelompok tersebut tidak terkait dengan kelompok yang berkonflik pada masa lalu. Tidak ada kaitannya sama sekali,” katanya.

Secara terpisah, Zuhri, ibu kandung Yudi, kemarin menyatakan belum sempat menemui anaknya yang kini ditahan polisi. ”Kami baru diberi tahu bahwa dia tertangkap kemarin (Selasa). Kami bermusyawarah dulu dengan keluarga untuk mengurus hal ini,” paparnya.

Didampingi Daud Basyah, suaminya, Zuhri menambahkan, keluarganya tidak curiga terhadap Yudi yang belakangan ini berubah menjadi orang yang taat pada agama. ”Kami sangat bersyukur anak kami memperdalam agama,” katanya. (mhd)

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!