Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Terungkap, Gen Penghambat Obat Kanker Payudara
Rabu, 24 Februari 2010 | 07:20 WIB

KOMPAS.com - Sejumlah ilmuwan asal Inggris berhasil mengungkap mengapa ada sebagian pasien kanker payudara yang tidak berhasil melakukan terapi. Ternyata penyebabnya adalah terlalu banyak gen yang disebut FGFR1 yang tidak merespon terapi obat Tamoxifen.

Tamoxifen merupakan obat yang dipakai untuk mencegah kekambuhan kanker payudara. Sayangnya, sepertiga pasien tidak memberikan respon positif pada hasil terapi ini. Dalam jurnal Cancer Research, para ahli menulis mereka berhasil menonaktifkan gen FGFR1 sehingga Tamoxifen bisa bekerja.

Para ahli mengatakan, bila FGFR1 dihentikan, terapi berbasis hormon seperti obat Tamoxifen bisa kembali bekerja menghancurkan sel-sel kanker. Hal ini diyakini akan membantu menyelamatkan nyawa ribuan pasien setiap tahunnya.

Dr Nick Turner, ketua peneliti mengatakan satu dari 10 pasien kanker payudara memiliki jumlah gen FGFR1 yang terlalu tinggi. "Ada beberapa jenis obat yang dikembangkan untuk menghentikan kerja FGFR1 dan studi klinis dilakukan untuk mengetahui apakah obat ini mampu melawan kanker dengan begitu banyak copy gen tersebut," katanya.

Tamoxifen bekerja dengan cara menghambat hormon seks perempuan, estrogen, yang memberi bahan bakar pada pertumbuhan tumor.

BBC
Sumber :
Penulis: AN   |   Editor: Anna Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!