Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Pria Vegetarian Gairah Seksnya Payah?
Jumat, 19 Februari 2010 | 14:05 WIB
Shutterstock
Ilustrasi

KOMPAS.com — Mengapa seorang pria begitu terobsesi pada seks? Hormon testosteronlah biangnya. Hormon ini bertanggung jawab atas hal yang berkaitan dengan urusan seks, termasuk juga ciri seksual pria, seperti otot yang besar, tumbuhnya kumis, dan sebagainya. Namun, tahukah Anda bahwa testosteron dibentuk dari kolesterol?

Di dalam tubuh, untuk meningkatkan produksi testosteron, hipotalamus akan mengeluarkan zat kimia ke kelenjar pituitari yang disebut gonadotropin-releasing hormone (GnRH). Hormon ini akan menyebabkan kelenjar memproduksi dua hormon, yakni  folicle-stimulating hormone (FSH) dan luteinizing hormone (LH). LH ini akan beredar ke pembuluh darah dan sampai ke bagian testis kemudian memicu produksi testosteron dari kolesterol.

Karena itulah konsumsi kolesterol tetap perlu, asal jangan berlebihan. Kadar testosteron yang rendah membuat otot pria menjadi kecil, kepadatan mineral tulang menurun, dan sudah tentu gairah seks atau libidonya menjadi rendah.

"Orang yang tidak mengonsumsi kolesterol sama sekali, misalnya saja vegetarian, gairah seksnya juga lebih rendah," ungkap dr Hendro Sudarpo, Sp OG, dari RS Siloam Lippo Karawaci, Tangerang.

Sepanjang kita cukup mengonsumsi vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin E, magnesium, dan zinc, kolesterol dapat dimetabolismekan oleh tubuh dengan baik.

Selain rendahnya konsumsi kolesterol, testosteron yang rendah juga bisa disebabkan oleh proses penuaan atau kurangnya enzim-enzim yang diperlukan. Namun, penyebab primer adalah gangguan pada testis, misalnya karena ada gangguan bawaan, rusak karena trauma, atau ada tumor.

Kendati demikian, yang perlu diperhatikan adalah konsumsi kolesterol berlebihan juga bisa menyebabkan gangguan ereksi. Hiperkolesterol bisa menyebabkan timbunan plak di pembuluh darah yang pada akhirnya akan menyumbat sirkulasi darah ke organ reproduksi. Padahal, aliran darah yang baik menjadi prasyarat terjadinya ereksi.

Penulis: AN   |   Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!