Jumat, 19 September 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Agar Pembuluh Darah Terus Lancar
Jumat, 12 Februari 2010 | 11:16 WIB

KOMPAS.com - Seusai menjalani pemasangan stent dalam pembuluh darah koroner-nya, mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton, dinyatakan dalam kondisi baik. Clinton (63) sejak beberapa tahun lalu menderita penyakit jantung koroner dan kemarin (11/2) ia mengeluhkan nyeri dada.

Keluhan nyeri dada dan sesak napas seringkali menjadi tanda penyempitan pembuluh darah koroner. Meski pada tahun 1994 Clinton telah menjalani operasi bedah pintas koroner (by pass jantung) penyempitan kembali (restenosis) mungkin terjadi. Jalan keluarnya dokter akan melakukan pemasangan stent untuk membuka sumbatan.

Penyempitan atau sumbatan di dinding pembuluh darah disebabkan oleh deposit lemak, terutama kolesterol. Penyempitan itu berlangsung selama bertahun-tahun terus tumbuh dari dinding pembuluh darah ke dalam lumen (rongga) sehingga menyebabkan hambatan aliran darah.

Untuk melancarkan kembali pembuluh yang tersumbat, dulu dokter melakukan operasi pintas koroner. Dalam perkembangannya, penyumbatan pembuluh darah diatasi tanpa operasi, yakni pemasangan stent melalui kateter.

Pola hidup tidak sehat diyakini sebagai penyebab penting penyakit jantung koroner (PJK). Menurut orang-orang terdekatnya, Clinton termasuk orang yang gila kerja atau workaholic. "Ia bekerja 20 jam sehari selama lebih dari 20 tahun," kata George Stephanopoulos yang pernah bekerja untuk Clinton di Gedung Putih, seperti dikutip ABC News.

Kebiasaan merokok juga menjadi penyebab penyakit jantung. Sebab terbukti, penyakit pembuluh darah itu berada di peringkat teratar dan  hampir 25 persen kematian  akibat  sakit  jantung  pembuluh  menyerang  pasien  yang perokok. Faktor lain adalah kegemukan, kurang gerak, riwayat keluarga terkena penyakit kardiovaskular, serta diabetes. Sejak beberapa tahun lalu diabetes dianggap sebagai faktor risiko tertinggi.

Sebagaimana diketahui PJK disebabkan proses aterosklerosis alias penumpukan plak di pembuluh darah. Sekali orang mengalami aterosklerosis, pembuluh darahnya tidak bisa kembali bersih seperti sediakala. Untuk mencegah PJK, perubahan gaya hidup sehat menjadi satu-satunya cara.   

Penulis: AN   |   Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!