Selasa, 21 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Ada Rp 10 M untuk Kantin Sehat di Sekolah
Kamis, 11 Februari 2010 | 18:33 WIB
Kompas/Dewi Indriastuti
Suasana di deretan perwakilan Kantin Kejujuran dari 36 SMA dan SMK di Jakarta.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com -  Pemerintah menyediakan dana sekitar Rp10 miliar untuk membantu pembangunan kantin sehat di sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menegah atas (SMA) di seluruh Indonesia.

"Tahun lalu dananya Rp10 miliar, tahun ini hampir sama," kata Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional Dodi Nandhika di Jakarta, Kamis (11/2/2010), usai penandatanganan nota kesepahaman tentang pembinaan keamanan pangan jajanan anak sekolah antara Kementerian Pendidikan Nasional dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Menurut dia, tahun ini pemerintah memberikan bantuan untuk sekitar 300 sekolah dan setiap sekolah yang terpilih akan mendapatkan bantuan dana Rp30 juta per sekolah untuk membangun kantin sehat.

"Di tiap kabupaten/kota akan dipilih lima sekolah yang terdiri atas tiga SD, satu SMP dan satu SMA. Dinas Kesehatan setempat yang menetapkan," kata Deputi I BPOM Lucky S Slamet.

Selain membantu pembangunan fisik kantin sekolah, kata Dodi, Kementerian Pendidikan Nasional bersama dengan BPOM juga melakukan pembinaan kepada pengelola kantin sekolah dan pedagang makanan di lingkungan sekolah.

"Ada sosialisasi dan penjelasan mengenai kantin yang sehat, pentingnya ketersediaan air dan hal lain," kata Dodi.

BPOM, Lucky menambahkan, secara berkala juga memeriksa keamanan pangan jajanan sekolah dengan mobil pemeriksaan keliling.

Ia menjelaskan pula bahwa program kantin sehat sudah dilakukan Kementerian Pendidikan Nasional dan BPOM pada 2009. "Tahun lalu mencakup 288 sekolah di 33 provinsi," katanya.

Program itu, kata dia, dijalankan karena menurut hasil pemeriksaan sampel jajanan anak BPOM 2007 sekitar 45 persen pangan jajanan yang dijual di sekolah tidak aman karena mengandung bahan kimia berbahaya, bahan tambahan pangan melebihi batas aman dan cemaran mikroba.

Kondisi demikian, kata Dodi, akan berdampak terhadap kesehatan dan vitalitas siswa mengingat 30 persen energi harian siswa berasal dari pangan jajanan di sekolah.

Program kantin sehat sekolah, kata Lucky, terbukti dapat menurunkan penggunaan bahan kimia berbahaya seperti pewarna tekstil rhodamin B dan methanil yellow, boraks dan formalin secara signifikan dalam pengolahan pangan jajajan anak di sekolah. "Dalam satu tahun terakhir turun 78 persen," katanya.

ANT
Sumber :
Penulis: AC   |   Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!