Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Kembali ke Index Topik Pilihan
HypnoLangsing, Cara Baru Jadi Langsing
Rabu, 10 Februari 2010 | 08:17 WIB

KOMPAS.com - Menurunkan berat badan dengan makan apa saja dan kapan saja. Demikian salah satu tulisan yang menggoda dalam buku The Screet of Slimming dengan Hypnolangsing karangan Juli Triharto. Buku ini seolah menjadi jawaban bagi Anda yang ingin sehat dan langsing dengan mudah dan cepat.

Seringkali penyebab utama gagalnya usaha penurunan berat badan datang dari diri sendiri, misalnya tak kuasa menolak traktiran makan atau niat berolahraga runtuh dengan mudah hanya gara-gara mata masih mengantuk. Mungkin, ini saatnya Anda memerlukan bantuan. Alternatif bantuan yang saat ini sedang naik daun adalah hypnolangsing.

Menurut Juli Triharto, tekad yang besar untuk langsing saja tidak cukup. Perlu kemauan pikiran bawah sadar untuk mengimajinasikan tubuh ideal yang ingin dicapai dan menyimpan memori tersebut di pikiran bawah sadar sebagai target pribadi.

Lewat metode hipnosis, para pembaca diajak untuk belajar mendapatkan tujuan bawah sadarnya sehingga yang terjadi adalah pikiran bawah sadar akan membantu mengubah kebiasaan lama yang membuatnya gemuk menjadi kebiasaan baru yang melangsingkan.

Penulis adalah Master HypnoLangsing yang memiliki acara kelompok terapi hypnolangsing dengan peserta dari berbagai kalangan. Dalam setiap sesi pertemuan, Juli akan mengajarkan langkah-langkah konkret dan sederhana untuk melangsingkan tubuh sehingga peserta tetap mudah memahami sugesti yang diberikan dalam keadaan waking (terbangun).

Dalam hypnolangsing semua proses dilakukan dengan pendekatan Western Hypnosis dan Neuro Linguistic Programming (NLP) yang sangat ilmiah dan tidak melibatkan ritual atau mantra. Dengan hypnolangsing, Anda akan diajarkan untuk memprogram pikiran Anda dengan kebiasaan baru yang sehat.

Dalam buku yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama ini Anda akan memahami bagaimana menghentikan kebiasan ngemil dan terobsesi terhadap makanan, menghentikan makan secara emosi, meningkatkan metabolisme tubuh, menciptakan motivasi untuk berolahraga, serta belajar merasakan nyaman dengan tubuh sendiri.

Penulis: AN   |   Editor: Asep Candra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!