Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Awas Merkuri Dalam Tuna Kalengan!
Selasa, 9 Februari 2010 | 12:38 WIB
KOMPAS/AGUS SUSANTO
Ilustrasi ikan tuna
TERKAIT:

KOMPAS.com — Hasil uji sampel terhadap 300 produk tuna kalengan pada tiga besar merek di Amerika Serikat menunjukkan, lebih dari separuhnya mengandung kadar merkuri yang tinggi melebihi kadar aman yang disyaratkan Environmental Protection Agency (EPA).

Para peneliti dari University of Nevada, Las Vegas, AS, menemukan 55 persen sampel mengandung kadar merkuri lebih tinggi dari standar EPA, yakni 0,5 ppm dan sekitar 5 persen dari seluruh sampel memiliki kandungan lebih dari 1.0 ppm lebih tinggi dari kadar aman untuk ikan kalengan yang disyaratkan Food and Drug Administration.

Kadar merkuri yang berlebihan bisa berpengaruh pada kerusakan sistem saraf pusat serta gangguan pendengaran dan penglihatan. "Yang paling rentan pada gangguan kesehatan ini adalah ibu hamil dan anak-anak," kata Shawn Gerstenberger, tim peneliti.

Konsentrasi merkuri ditemukan berbeda pada jenis dan merek tuna kalengan. Satu merek mengandung kadar merkuri tinggi dan tuna putih dari tiga merek terkenal memiliki kadar merkuri paling tinggi.

"Kadar merkuri pada ikan dipengaruhi oleh lingkungannya. Sayangnya konsumen tidak bisa mengetahui dari mana ikan-ikan itu ditangkap sehingga sulit melakukan identifikasi," kata Gerstneberger.

Para peneliti mendesak pemerintah agar mewajibkan produsen ikan kalengan untuk mencantumkan kadar merkuri ikan dalam kemasan produknya serta lokasi penangkapan ikan itu. Saat ini badan pengawas obat dan makanan AS menyarankan konsumsi ikan kalengan pada anak-anak adalah satu porsi setiap dua minggu untuk mengurangi bahaya merkuri.

healthdaynews
Sumber :
Penulis: AN   |   Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!