Minggu, 26 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Tak Puas karena Sperma Sedikit?
Selasa, 9 Februari 2010 | 10:35 WIB
shutterstock
Ilustrasi

KOMPAS.com — Pria ini mengeluh merasa kurang puas saat berhubungan seks karena "semprotan" spermanya tidak sekuat dulu. Adakah hubungan antara volume sperma dan kepuasan seksual?

"Saya berumur 52, istri 45 tahun. Sejak tiga tahun lalu saya mengalami masalah, yaitu kalau berhubungan seks dengan istri, saya tidak puas waktu keluar sperma. Saya merasa sperma saya semakin sedikit dibandingkan dulu. Istri saya juga pernah mengatakan, semprotannya tidak kuat lagi.

Pertanyaan saya, mengapa sperma saya semakin sedikit? Bagaimana cara agar sperma jadi banyak lagi agar saya bisa puas seperti dulu? Demikian juga istri agar jadi puas lagi."
D, Jakarta


Tak pengaruhi orgasme
Keluhan Anda bahwa sperma lebih sedikit dibandingkan dengan tiga tahun yang lalu mungkin saja benar. Akibat proses penuaan, terjadi kemunduran dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk kelenjar seks.

Kalau produksi cairan kelenjar seks, khususnya kelenjar prostat dan vesika seminalis berkurang. Apalagi kalau pria sudah menjalani kanker prostat. Meski demikian, bukan tidak mungkin volume sperma Anda sebenarnya tidak berubah. Masalah hanya pada kontraksi otot di sekitar kelamin yang berkurang karena proses penuaan sehingga Anda merasa tidak puas.

Keluhan istri bahwa "semprotannya tidak kuat lagi" bukan berarti bahwa sperma berkurang. Ini juga mungkin disebabkan kontraksi otot Anda yang berkurang ketika mengalami orgasme. Akibatnya, istri merasa seakan-akan "semprotannya" tidak kuat lagi. Kemungkinan lain ialah kualitas ereksi penis Anda menurun.

Kalau ini yang terjadi, saya yakin Anda akan segera merasakan dan bakal merasakan kurang puas ketika mencapai orgasme. Apa pun yang Anda alami, berkurangnya volume sperma sebenarnya tidak berpengaruh terhadap orgasme dan kepuasan seksual. Jumlah volume sperma tidak berkaitan dengan orgasme dan kepuasan seks. Sensasi orgasme dipengaruhi oleh fungsi saraf.

Kontraksi otot sekitar kelamin dan bagian tubuh lain terjadi pada saat orgasme, yang pada pria normal sehat juga disertai ejakulasi. Namun, ejakulasi bukanlah orgasme dan orgasme bukanlah ejakulasi. Kedua peristiwa itu berbeda walaupun pada pria normal sehat terjadi pada waktu bersamaan.

Bagi Anda, sebenarnya tidak ada alasan untuk menambah sperma agar lebih banyak. Sperma berfungsi untuk membuahi sel telur agar menghasilkan kehamilan. Padahal, saya yakin Anda tidak menginginkan istri hamil lagi.

Cobalah singkirkan anggapan bahwa volume sperma yang lebih banyak akan memberikan kepuasan yang lebih juga. Berbeda antara kontraksi otot sekitar kelamin dan volume sperma. Mungkin Anda perlu memeriksakan diri untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi agar mendapat penanganan yang tepat.

Konsultasi dijawab oleh Prof Dr dr Wimpie Pangkahila SpAnd

Tabloid Gaya Hidup Sehat
Sumber :
Editor: Anna Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!