
Surabaya, Kompas - Tim dokter akhirnya memastikan tidak ada operasi lanjutan untuk menutup luka di perut dan dada bayi kembar siam, Rosita-Rosida. Tim dan keluarga sepakat luka akan diusahakan sembuh dan tertutup secara alami.
Juru bicara Pusat Pelayanan Kembar Siam Terpadu Rumah Sakit Umum Dr Soetomo Surabaya, Agus Harianto, mengatakan, di perut dan dada Rosita masih ada luka akibat operasi pemisahan berukuran 11 x 5 sentimeter. Adapun Rosida punya luka 5 x 3 sentimeter. ”Keluarga sepakat akan penutupan luka tidak lewat operasi. Luka akan dibiarkan tertutup secara alami,” ujarnya di sela-sela perayaan ulang tahun pertama Rosida-Rosita di Surabaya, Senin (8/2).
Tim dokter memprediksi, luka akan tertutup mengering dalam waktu enam bulan ke depan. Mereka akan tetap dirawat di RS Surabaya Internasional, tempat mereka menjalani operasi pemisahan pada 13 Agustus 2009, sampai sembuh. ”Seiring pertumbuhan keduanya, luka itu akan mengecil dengan sendirinya,” ujarnya.
Beberapa hari sebelum operasi, Rosita berkali-kali sesak napas. Jika dibiarkan, Rosida-Rosita akan meninggal. ”Waktu itu, pilihannya, kalau tidak bisa menyelamatkan keduanya, harus bisa (menyelamatkan) Rosida. Syukur keduanya bisa selamat meski operasi tergolong mendadak karena secara fisik sebenarnya kondisi mereka saat itu kurang memungkinkan,” ujarnya.
Pemisahan seharusnya bila bayi berusia minimal setahun dan berat minimal 4.000 gram. Saat dioperasi, berat Rosita hanya 3.750 gram dan Rosida 4.170 gram. Usia mereka saat itu enam bulan.
Kedua bayi itu lahir 8 Februari 2009 pukul 00.20 WIB di RSUD Taman Husada, Kota Bontang, Kalimantan Timur. Dari Bontang, mereka dirujuk ke Samarinda dan diteruskan ke RSU Dr Soetomo Surabaya. (RAZ)