Kamis, 23 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Awas, Gemuk Bikin Cowok Telat Puber!
Rabu, 3 Februari 2010 | 10:40 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Sebuah riset yang dimuat Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine edisi Februari menyatakan, kegemukan atau obesitas ditengarai menjadi penyebab terlambatnya masa puber pada anak laki-laki. 

Dr Joyce M Lee, pakar endokrinologi anak di University of Michigan, melalui penelitiannya menyimpulkan, peningkatan lemak tubuh berkaitan dengan terlambatnya masa pubertas pada anak laki-laki. Sementara pada anak perempuan justru sebaliknya. Lee menemukan, masa puber anak perempuan sekarang cenderung lebih cepat dari masa-masa sebelumnya.

"Riset kami menunjukkan bahwa hubungan antara lemak tubuh dan masa pubertas tidak sama pada anak lelaki dan perempuan," ujarnya.

Untuk sampai pada kesimpulan, Lee dan rekannya menganalisis data 401 anak laki-laki dari berbagai latar belakang sosial ekonomi di 10 wilayah Amerika Serikat. Anak-anak itu lahir pada 1991 dan dilibatkan dalam riset nasional bertajuk "National Institute of Child Health and Human Development Study of Early Child Care and Youth Development".  Tinggi dan berat badan mereka dipantau sejak usia 2 hingga 12 tahun.

Data menunjukkan, keterlambatan pubertas terjadi pada 7 persen anak-anak yang memiliki indeks massa tubuh (BMI) rendah dan 13,3 persen yang BMI-nya sedang dan 14 persen yang  BMI-nya tinggi.

Lee menyatakan, rata-rata obesitas di Negeri Paman Sam itu meningkat hingga dua kali lipat dalam dua dekade terakhir. Hal itu menuntut masyarakat untuk sadar akan pentingnya mamahami betapa masalah lemak dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.

healthdaynews
Sumber :
Penulis: AC   |   Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!