Kamis, 2 Oktober 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Kapan dan Dimana Harus Pap Smear?
Jumat, 29 Januari 2010 | 17:36 WIB
Jangan ragu untuk tes pap smear jika sudah aktif secara seksual. Perbanyak info tentang kanker serviks.

KOMPAS.com - Kebanyakan perempuan merasa malu dan takut untuk menjalani pap smear,
padahal dengan memeriksakan diri, penyakit seputar rahim bisa terdeteksi dini.

Yosi Afianti (30) akhirnya memberanikan diri menjalani pap smear setelah 1,5 tahun usia pernikahannya. Sedangkan Yuniar Rahma (27), memutuskan pap smear setelah enam bulan menikah.

"Menjalani proses pemeriksaan tidak jadi masalah, tapi lebih kepada takut hasilnya," papar Yosi, yang ditemui Kompas Female di sela kegiatan Pap Smear Gratis di Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Pusat, awal minggu ini. Perempuan ini mengaku pernah mengalami gejala mengkhawatirkan lantaran menstruasi terhenti selama delapan bulan, meski tidak diketahui hamil.

Dr Klara Kurnia dari YKI, menerangkan sebaiknya perempuan menikah atau yang aktif secara seksual rutin memeriksakan diri dengan menjalani pap smear.

"Pap smear harus dipahami sebagai general check up perempuan untuk daerah seputar rahim, normalnya setahun sekali. Jika dikenali ada gejala kelainan pada area reproduksi dan rahim, bisa diperiksakan per tiga bulan atau enam bulan, tergantung kebutuhan," papar dr Klara.

Pap smear pun tidak membutuhkan biaya mahal. Klinik YKI di kawasan Menteng, Lebak Bulus, dan Sunter, menyediakan layanan ini dengan biaya Rp 50.000 dan Rp 15.000 untuk konsultasi.

Anda tidak perlu menunggu ada pengumuman mengenai pap smear gratis atau berbiaya murah untuk dapat menjalani pemeriksaan ini. Semua rumah sakit menyediakan layanan pap smear melalui dokter kandungan. Puskesmas terdekat dengan tempat tinggal pun sudah menyediakan layanan ini dengan alat yang sesuai standar WHO. Para bidan sudah terlatih melalui program pelatihan pap smear inisiasi dari YKI.

"Hasilnya biasanya akan diberikan ke YKI untuk diperiksa lab, setelah itu dikirim kembali ke bidan dan atau puskesmas tersebut," dr Klara menjelaskan.

Praktis, terjangkau dan tak perlu menunggu lama untuk memeriksakan kesehatan rahim sejak dini bukan?

Penulis: C1-10   |   Editor: din Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!