Rabu, 16 April 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Wow! Malaysia Bakal Razia TKI, Pemerintah "Anteng"
Laporan wartawan Persda Network Muhammad Ismunadi
Jumat, 29 Januari 2010 | 12:01 WIB
KOMPAS/ Hamzirwan
Tiga menteri menjemput TKI bermasalah di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (10/11/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com — Kementerian Luar Negeri Indonesia tidak memiliki program khusus untuk menyongsong razia yang bakal dilakukan pemerintah Malaysia terhadap para pekerja di negeri jiran. Beredar kabar bahwa pemerintah Malaysia akan melakukan razia pada 15 Februari mendatang. Sementara itu, banyak warga Indonesia yang menjadi TKI di Malaysia.

"Tahun 2009 kemarin kita sempat ada program pemutihan. Tapi sampai saat ini kita belum menerima informasi tentang program itu," ungkap Teuku Faizasyah, Juru Bicara Kemlu, di kantor Kemlu, Jakarta, Jumat (29/1/2010).

Faiza mengatakan, razia merupakan tindakan lazim yang dilakukan pemerintah Malaysia dalam kurun waktu tertentu. Tidak ada yang istimewa dari kegiatan tersebut. Dalam razia, Konsulat Jenderal RI di Malaysia pun tidak akan dilibatkan.

Keterlibatan Pemerintah Indonesia, lanjut Faiza, baru muncul setelah ada TKI yang terjaring razia. Biasanya TKI yang berstatus ilegal itu akan ditempatkan di penampungan untuk menunggu pemulangan. "Kita bertugas memastikan bahwa dia adalah benar-benar warga Indonesia. Dan kemudian memberikan surat keterangan agar dia bisa kembali ke Indonesia tanpa masalah," katanya.

"Kita tidak bisa memberikan keabsahan terhadap TKI tersebut agar tetap bisa bekerja di sana," sambung Faiza.

Dalam pernyataan awal tahunnya, Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengaku bakal memberikan perhatian khusus untuk masalah TKI. Salah satunya dengan membuat kerangka hukum yang kuat guna memastikan kehidupan para TKI.

Faiza menjelaskan, kerangka hukum tersebut akan dibuat lewat kerja sama dengan pihak-pihak terkait, terutama Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemnakertrans) yang memang bertugas mengurus masalah tenaga kerja.

"Masalah TKI itu adalah hal yang kompleks. Contohnya saja TKI asal Sumatera Utara yang awal tahun ini katanya menjadi korban pembunuhan di Malaysia. Almarhum bekerja di Malaysia secara sah. Tapi kemudian menjadi masalah karena paspornya habis dan tidak diperpanjang. Sehingga dia bisa dikatakan ilegal," tuturnya. "Karenanya penting bagi kita untuk memberikan pemahaman agar TKI tetap bekerja secara legal," tandas Faiza.

Editor: Glo Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!