Kamis, 24 Juli 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Pelarangan Iklan Rokok untuk Lindungi Generasi Muda
Laporan wartawan KOMPAS Indira Permanasari S
Rabu, 27 Januari 2010 | 20:53 WIB
Kompas Images/Dhoni Setiawan
Puluhan mahasiswa Fakultas Kedoktera Universitas Indonesia menggelar aksi simpatik di Kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (21/11). Mereka membagikan selebaran anti rokok kepada para pengguna jalan yang melintas di kawasan ini.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Pelarangan iklan, promosi, dan sponsor kegiatan oleh produk tembakau, termasuk rokok, untuk melindungi generasi muda dari bahaya merokok. Terlebih lagi, usia perokok pemula di Indonesia semakin muda usianya, yakni belasan tahun, bahkan ada yang mulai merokok pada usia di bawah 10 tahun.

Hal itu dikemukakan Direktur Tobacco Control Support Centre-Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia Alex Papilaya, Rabu (27/1/2010). Seperti diberitakan sebelumnya, Peraturan Pemerintah (RPP) tentang Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan tegas mencantumkan pelarangan iklan, promosi. dan sponsor produk mengandung tembakau seperti rokok.

Pelarangan iklan, promosi, dan sponsor kegiatan oleh produk tembakau, termasuk rokok, tidak perlu dikhawatirkan akan mematikan industri, terutama periklanan atau media. Dia mencontohkan, belanja iklan, misalnya, belakangan tidak didominasi oleh industri rokok.

Berdasarkan data AC Nielsen yang diberitakan di sejumlah media massa baru-baru ini, belanja iklan sepanjang tahun 2009 sebesar Rp 48,5 triliun. Belanja iklan didominasi oleh empat sektor, yaitu layanan korporasi, telekomunikasi, toiletries, dan minuman. Posisi tertinggi sebagai pembelanja iklan ditempati oleh sektor telekomunikasi disusul dengan pemerintah dan politik terkait masa kampanye. "Ruang-ruang kosong yang ditinggalkan oleh industri rokok akan diisi oleh produk lain," ujarnya.   

Dia mengatakan, sulitnya perokok untuk berhenti juga menyebabkan industri rokok tetap mempunyai pasar. Yang menjadi hal terpenting adalah mencegah generasi muda untuk mencoba merokok.

Pelarangan iklan, promosi, dan sponsor kegiatan oleh produk tembakau, termasuk rokok, tidak perlu dikhawatirkan akan mematikan industri periklanan atau media. Belanja iklan belakangan tidak didominasi industri rokok.
-- Alex Papilaya

Editor: ksp Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!