Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Musik Mozart, Aman untuk Telinga...
Minggu, 24 Januari 2010 | 07:07 WIB
wikimedia.org
Wolfgang Amadeus Mozart
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Musik gubahan sang maestro Mozart dinilai aman bagi pendengaran manusia. Musik Mozart biasa digunakan dalam terapi pendengaran karena frekuensinya dinilai cocok untuk telinga manusia.

Begitulah yang dikatakan maestro musik kontemporer asal Surabaya, Slamet Abdul Sjukur, seusai menghadiri Rapat Kerja Mengatasi Polusi Kebisingan di Wisma PGI, Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Sabtu (23/1/2010).

"Kontrasnya antara lemah dan keras sekali itu tidak berbahaya. (Musik Mozart) itu memberikan rangsangan pada pikiran," ujar Slamet.

Selain musik Mozart, menurut Slamet, gamelan jawa juga aman bagi pendengaran manusia. Adapun musik-musik aliran keras, seperti rock, jika didengarkan dalam volume berlebihan dapat mengganggu fungsi alat pendengaran.

Slamet melanjutkan, berdasarkan pengalamannya sebagai seorang musisi, banyak di antara pemusik rock yang mengalami gangguan pendengaran. "Pemain perkusi saja sekarang pakai tutup telinga karena nggak kuat," ujar Slamet.

Ketika ditanya pemusik rock mana yang mengeluhkan gangguan pendengaran kepadanya, Slamet menjawab, "Slank. Mangkanya mereka (Slank) membantu kita."

Slamet dan rekan-rekan pemusik serta ilmuan lainnya mendirikan komunitas Masyarakat Bebas Bising yang memiliki misi mengurangi angka gangguan pendengaran yang bisa dicegah hingga 50 persen pada 2015 dan menurun 90 persen pada 2030.

Penulis: C12-09   |   Editor: Glo Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!