Sabtu, 19 April 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Pembobol Bank Pakai Cara Lama
Kamis, 21 Januari 2010 | 03:11 WIB

Jakarta, Kompas - Sejauh ini, kepolisian menduga modus pembobolan kartu ATM milik nasabah dari sejumlah bank di Indonesia masih menggunakan cara lama, yakni menyadap identitas nasabah. Secara resmi, polisi baru menerima sembilan laporan resmi dari nasabah BCA.

Direktur II Ekonomi, Perbankan, dan Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara RI Brigadir Jenderal (Pol) Raja Erizman mengatakan, berdasarkan dugaan sementara, para pelaku masih menggunakan cara lama dalam membobol ATM, yaitu dengan mencuri data kartu ATM nasabah.

”Pencurian data tersebut bisa dilakukan melalui mesin ATM yang dipasangi alat tertentu ataupun melalui mesin pendebet di berbagai toko,” kata Raja.

Menurut dia, meskipun banyak bank dikabarkan menjadi sasaran, sejauh ini yang melapor secara resmi kepada polisi baru sembilan nasabah BCA di Bali, dua di antaranya warga negara asing.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Eduard Aritonang mengatakan, Polri telah berkoordinasi dengan pihak bank untuk membongkar kasus ini. Sejauh ini, data yang diterima kepolisian ada empat bank yang dibobol, yaitu BCA, Mandiri, BNI, dan Permata.

Sementara itu, lima tersangka pembobol nasabah bank ditangkap jajaran Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara. Setidaknya mereka berhasil mencuri Rp 30 miliar dari rekening 3.000 nasabah korban mereka.

Para pencuri itu membobol rekening nasabah melalui transaksi di internet atau telepon seluler (mobile banking). ”Cara yang mereka tempuh bukan memalsukan kartu cip, tapi memindahkan saldo rekening korban ke rekening tersangka,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara Komisaris Adex Yudiswan, Rabu (20/1).

Modus yang dipakai tersangka adalah menelepon korban dengan mengaku-aku sebagai operator telepon yang memberi tahu korban bahwa korban memenangi undian. Korban harus mendaftar sebagai peserta m- banking karena hadiah akan ditransfer. ”Korban lalu disuruh datang ke ATM untuk mendaftar m-banking. Di mesin ATM itu, korban dibimbing pelaku melalui perbincangan lewat telepon,” kata Adex.

Setelah korban berhasil membuat akun m-banking, korban diminta memberitahukan kode nama pengguna dan PIN. Alasannya, kedua kode itu diperlukan untuk verifikasi data yang ada di komputer bank. ”Nyatanya, setelah diketahui kode rahasianya, rekening korban langsung dikuras,” kata Adex. (ARN/SF)

Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!