Minggu, 23 November 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Mencegah Penculikan Bayi di Rumah Sakit dan Puskesmas
Selasa, 12 Januari 2010 | 14:06 WIB
KOMPAS/LASTI KURNIA
Jangan terbujuk atau terbuai dengan iming-iming dari orang yang tak dikenal. Awas, sindikat penculikan bayi.

KOMPAS.com - Kasus penculikan bayi kembali terjadi, kali ini di Puskesmas Kembangan, Jakarta Barat. Hal ini mengejutkan, karena puskesmas ini sudah mendapatkan sertifikat International Organization for Standardization (ISO). Seharusnya, puskesmas dengan reputasi yang baik tidak melalaikan tugasnya dalam melindungi pasien.

Namun sebagai orangtua, sudah sewajarnya bila Anda lebih waspada saat menerima layanan masyarakat, khususnya usai melahirkan. General Secretary Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, memberikan langkah-langkah agar Anda tidak terjebak oleh sindikat penculikan bayi yang sering beroperasi di rumah sakit atau puskesmas.

1. Usahakan tidak menjalani proses melahirkan sendirian. Ajak kerabat, minimal suami, untuk mengawal dan menemani Anda hingga waktunya pulang ke rumah.

2. Usai melahirkan, kenali perawat yang mengurus keperluan bayi Anda, dan tingkatkan kewaspadaan.

3. Minta kartu identitas perawat ataupun petugas medis yang akan membantu Anda dan bayi Anda. Tetap tingkatkan kewaspadaan. 

4. Jangan langsung percaya dengan perawat yang mengatakan akan membawa bayi untuk alasan imunisasi, memandikan, memberikan minum, dan lain sebagainya. Terlebih jika Anda tidak pernah mengenalnya sebelumnya.

5. Minta tenaga medis yang sudah Anda kenal untuk meyakinkan bahwa perawat yang mengurus bayi Anda adalah petugas resmi rumah sakit atau puskesmas tempat Anda bersalin.

6. Beritahu juga kerabat yang ikut menjaga atau menemani Anda tentang jam-jam khusus untuk keperluan bayi (minum, mandi, dan lain-lain) agar terus mengawasi. Minta petugas atau perawat untuk tidak memberikan informasi apa pun tentang bayi Anda kecuali pada orang yang Anda percayai.

7. Beri pesan kepada perawat ataupun medis untuk tidak memberikan bayi kepada siapa pun kecuali Anda atau suami. Cara ini penting untuk mencegah sindikat penculikan bayi yang umumnya mengaku sebagai kerabat atau sanak saudara.

8. Waspadai jam besuk bayi. Waktu ini amat rawan, karena saat itulah sindikat penculikan beraksi.

9. Rumah sakit, terutama bangsal bayi dan kamar ibu usai melahirkan, adalah tempat yang steril dari banyak orang asing. Umumnya hanya perawat atau satu orang pendamping yang boleh masuk kamar perawatan. Jika Anda merasa terganggu dengan keberadaan orang yang Anda curigai, segera laporkan pada petugas.

10. Apa yang harus dilakukan jika Anda merasa bayi Anda diculik? Anda memiliki hak perlindungan konsumen, maka segera laporkan pada pihak berwenang (kepolisian dan Komnas Perlindungan Anak) jika terjadi hal-hal yang berkaitan dengan hak sebagai konsumen.

11. Pihak rumah sakit dan puskesmas bertanggung jawab penuh untuk keselamatan bayi dan ibu.

Penulis: C2-10   |   Editor: din Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!