MADIUN, KOMPAS.com - Jumlah anak yang menderita gizi buruk di Kabupaten Madiun bertambah dengan adanya dua anak gizi buruk yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Madiun, Senin (11/1/2010). Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Madiun mengingatkan perlunya revitalisasi posyandu agar jumlah penderita tidak terus bertambah.
Kedua anak yang menderita gizi buruk itu adalah Aldi Ahmad Hidayat (2), warga Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun dan Yoga Setiadi (13), warga Desa Tawangrejo, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun.
Berat badan Aldi hanya 7,5 kilogram sedangkan idealnya 12 kilogram. Sementara berat badan Yoga yang seharusnya bisa 30 kilogram, beratnya sekarang hanya 16 kilogram.
Dengan adanya dua penderita gizi buruk baru ini, berarti sekarang, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, sudah ada 307 anak yang menderita gizi buruk di Kabupaten Madiun.
Tukinem, ibu dari Aldi, mengatakan sudah satu bulan lamanya anaknya sulit makan. Padahal biasanya, dia tidak pernah sulit makan. Dia sudah mencoba mencekkan perubahan kondisi anaknya tersebut ke dokter di Rumah Sakit Islam, Madiun. "Di sana dokter hanya mengatakan anaknya terserang influenza," tambahnya.
Namun setelah itu, kondisi anaknya terus memburuk. Tubuhnya pun semakin kurus. Saat itulah dia membawa anaknya ke Puskesmas Kare. Kemudian pihak puskesmas merujuk anaknya ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Madiun. "Pihak puskesmas bilang anak saya gizi buruk jadi harus dirawat di rumah sakit," kata Tukinem.
Kondisi yang hampir sama terjadi pada Yoga. Menurut Suhanto, bapak dari Yoga, anaknya juga sudah sulit makan selama satu bulan lamanya. "Dia gak mau makanan yang dibuat ibunya di rumah, dia malah membeli jajanan di sekolah," tambahnya.
Setelah selama satu bulan kondisi kesehatan anaknya memburuk dan tubuhnya semakin kurus, barulah Suhanto membawanya ke rumah sakit. "Di rumah sakit saya diberitahu anak saya gizi buruk," ujar Suhanto.
Dokter yang menangani Aldi dan Yoga, dr Oktora Wahyu, mengatakan dia masih berupaya memperbaiki gizi kedua anak tersebut dengan memberikan asupan nutrisi yang baik. Selain itu, dia berupaya mengatasi penyakit infeksi yang ditimbulkan akibat gizi buruk yang diderita Aldi dan Yoga.
"Aldi menderita infeksi radang paru-paru dan ada kemungkinan juga mengalami radang otak. Sementara Yoga menderita infeksi pada saluran kencing," kata dr Oktora.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Madiun Aries Nugroho mengatakan biaya pengobatan kedua anaknya digratiskan oleh pihak rumah sakit. Pasalnya orang tua dari kedua anak itu termasuk keluarga miskin.