MADIUN, KOMPAS.com — Sepanjang tahun 2009, ditemukan 24 balita di Kabupaten Madiun yang gizi buruk. Kondisi ini membuat jumlah balita gizi buruk di Kabupaten Madiun semakin banyak. Masih adanya balita yang gizi buruk kebanyakan terjadi karena pola asuh yang salah.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Senin (4/1/2010), ditemukannya 24 balita gizi buruk ini membuat jumlah balita gizi buruk di Kabupaten Madiun bertambah menjadi 305 balita. Sebanyak 281 balita lainnya sudah menderita gizi buruk sejak tahun 2008.
Jumlah balita gizi buruk ini sekitar 0,9 persen dari total balita yang lahir sepanjang tahun 2009. Persentase ini masih di bawah persentase jumlah balita gizi buruk yang ada di Jawa Timur sebanyak 2,6 persen dan di tingkat nasional sebanyak 8,8 persen.
Kepala Bidang Kesehatan Keluarga Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Christy Maulina, mengatakan, hampir 80 persen dari seluruh balita gizi buruk menderita kekurangan gizi karena pola asuh yang salah dari orangtua. Masih adanya balita gizi buruk yang ditemukan sepanjang tahun 2009 juga disebabkan oleh masalah tersebut.
Penyuluhan, Christy melanjutkan, sebenarnya sudah sering dilakukan oleh kader-kader posyandu dan juga petugas puskesmas kepada ibu-ibu yang sedang hamil ataupun ibu-ibu yang mempunyai bayi berusia di bawah lima tahun.
"Namun, masih ada ibu hamil ataupun ibu yang punya balita yang jarang memeriksakan kondisi anaknya ke posyandu ataupun puskesmas, sehingga sulit bagi kami memberikan penyuluhan kepada mereka," tambahnya.
Selain karena pola asuh yang salah, ada pula balita yang menderita gizi buruk karena kondisi ekonomi orangtuanya yang membuat mereka tidak mampu membelikan makanan-makanan bergizi kepada anaknya.