Rabu, 16 April 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Memahami Fakta Seputar Virus HIV
Rabu, 30 Desember 2009 | 10:43 WIB

KOMPAS.com - Dokter yang baik, saya sering sekali mendengar mengenai istilah HIV/AIDS, tapi tidak mengerti apakah HIV itu. Mengapa bisa sangat berbahaya dan menyebabkan kematian? Apakah hanya menular melalui hubungan seksual? Sebagai orang awam, saya merasa kadang penjelasan yang ada hanya sepotong-sepotong dan tidak jelas, untuk itu saya ingin mengetahui lebih banyak mengenai HIV/AIDS tersebut.

H di J


Saudara H yang baik, bagus sekali pertanyaan Anda. Memang banyak yang mungkin sudah sering mendengar mengenai HIV/AIDS akan tetapi mungkin saja masih belum tahu mengenai HIV/AIDS ini.

Banyak dari kita mungkin masih menganggap penyakit biasa, bahkan cenderung tidak peduli. Tapi sebenarnya Anda haruslah waspada, karena HIV/AIDS bukanlah penyakit biasa. HIV dan AIDS adalah dua hal yang berbeda, meski keduanya selalu disandingkan bersama, karena kebersamaan inilah yang menyebabkan orang selalu menduga HIV sama dengan AIDS padahal tidak. Mari saya jelaskan sedikit.

Apa sih HIV itu?
Human Immunodeficiency Virus atau juga dikenal sebagai HIV adalah golongan Lentivirus yang masih merupakan keluarga dari Retrovirus dan mempunyai banyak bentuk serta struktur biologis, terutama dengan karakter khasnya yaitu sakit yang berkepanjangan dengan periode masa inkubasi yaitu periode dari saat masuknya virus ke tubuh hingga menyebabkan sakit bisa sangat lama.

Bagaimana bisa masuk ke dalam tubuh kita?
HIV bisa masuk ke dalam tubuh kita melalui transmisi seksual yang tidak terproteksi baik dengan seseorang yang sudah terpapar HIV baik oral,genital maupun anal.
Virus ini pun bisa masuk melalui darah yang terinfeksi dari seseorang yang terpapar HIV kepada lainnya. Contohnya tertusuk jarum suntik yang pernah terpapar HIV virus (biasanya pada pengguna obat-obatan terlarang yang bertukar jarum suntik), serta pada penerima transfusi darah yang mengandung virus HIV (tapi pada umumnya sekarang ini, produk darah transfusi sudah dicek untuk resiko transmisi HIV).

Jangan lupa bahwa pada individu yang sering mentato tubuhnya dan menindik dengan jarum yang dipakai bergantian juga berisiko tinggi untuk penularan. Risiko transmisi juga didapat dari ibu ke anak yang sedang dalam kandungan, meskipun sekarang dengan adanya kombinasi dari pengobatan antiretrovirus yang baik dan cara caesar bisa mengurangi risiko transmisi.

Apa yang terjadi setelah terpapar HIV? Apa gejalanya?
Saat virus HIV masuk untuk pertama kali ke tubuh manusia, seseorang bisa saja tidak merasakannya.

Masuknya virus HIV memang tidak bergejala, akan tetapi sekitar 2 - 4 minggu setelah terpapar virus HIV, 80-90 persen dari individu akan mengalami gejala akut infeksi virus HIV "seperti flu" yang bisa bertahan lama dari 1 minggu hingga 28 hari.  Gejalanya pun bervariasi bisa demam, pembesaran kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, diare, rasa lelah berkepanjangan, ruam-ruam, hingga nyeri-nyeri otot.

Karena gejala yang tidak spesifik inilah kadangkala kita tidak menduga bahwa ini merupakan tanda- tanda infeksi virus HIV. Kadangkala ketika pasien datang ke Rumah Sakit, seringkali didiagnosa sebagai penyakit infeksi lainnya yang mempunyai gejala yang mirip. Apalagi jika seorang pasien hanya mengeluhkan gejalanya dan tidak menjelaskan mengenai faktor risiko HIV yang selama ini dia jalankan.

Untuk itu, gejala-gejala ini bukanlah merupakan gejala khas yang bisa digunakan sebagai penentuan diagnosa infeksi HIV, karena tidak timbul dalam setiap kasus dan infeksi lainnya bisa saja bergejala sama.

Setelah itu, masuklah ke masa laten di mana virus ada dalam tubuh tapi bisa saja tidak menimbulkan gejala sakit. Masa ini sangatlah lama bisa sampai 20 tahun bahkan pada beberapa penelitian bisa sampai lebih dari 20 tahun sebelum menjadi AIDS. Terakhir, timbullah AIDS, yang merupakan stadium akhir dari infeksi HIV.

Apa AIDS itu?
HIV bisa menyebabkan Acquired Immunodeficiency Syndrome/AIDS, suatu kondisi pada tubuh manusia yang menyebabkan sistem imun kita menurun. Tubuh kita menjadi gampang sakit dan terkena infeksi oportunistik dari kuman patogen (bakteri,virus, jamur) yang pada situasi biasa tidaklah bersifat mematikan bahkan biasanya tidak menyebabkan penyakit pada orang yang sehat. Tapi lain ceritanya pada orang yang daya tahan tubuhnya rendah, di mana kuman patogen dapat menginfeksi sehingga tak mampu lagi melawan infeksi biarpun infeksi yang menyerang termasuk jenis yang biasanya dapat diatasi saat sakit.

Hal ini bisa berbahaya, karena tidak adanya pertahanan tubuh bisa membuat Anda semakin rentan terhadap apapun termasuk infeksi jamur dan lainnya yang bisa menyebabkan kematian.

Bagaimana seorang dokter dapat menyatakan saya terkena HIV?
Selain dengan gejala yang dialami dan adanya faktor risiko penularan, seseorang perlu melakukan pemeriksaan laboratorium dan ini membutuhkan waktu yang cukup lama dan berulang-ulang.  Mengapa berulang? karena kadar antibodi tubuh yang diukur biasanya tidak bisa dilihat dalam waktu singkat, jika ingin memastikannya, sebaiknya bicarakanlah mengenai pemeriksaan kepada dokter Anda.

Bagaimana pengobatannya?
Untuk masa kini, belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini apalagi membunuh virus ini. Akan tetapi banyak sekal temuan baru untuk terapi HIV yang bisa dipakai sebagai penambah sistem imun tubuh.

menambahkan sistem imun ini bukan dengan meminum obat penambah imunitas yang dijual di pasaran tapi dengan obat anti retrovirus yang khusus untuk HIV. Mengenai pengobatan haruslah dibicarakan antara dokter yang merawat dan pasien sehingga bisa memilih pengobatan terbaik.

dr.Intan Airlina Febiliawanti

Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!