Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Manfaat Khitan dan Pencegahan AIDS
Senin, 21 Desember 2009 | 08:54 WIB
Sunat atau sirkumsisi dapat menekan risiko pria dari penyakit kelamin.
TERKAIT:

Saya seorang perawat. Dalam rangka Hari AIDS Sedunia, saya mengikuti ceramah pencegahan AIDS di Indonesia. Pada ceramah tersebut disinggung manfaat khitan pada laki-laki yang dapat menurunkan risiko penularan AIDS. Selama ini yang saya ketahui adalah khitan bermanfaat untuk menurunkan risiko kanker, misalnya kanker serviks. Perempuan yang suaminya dikhitan akan lebih kecil risikonya terkena kanker serviks.

Saya ingin informasi lebih lanjut mengenai pencegahan penularan HIV di samping kondom dan menghindari penggunaan jarum suntik bersama. Adakah upaya lain yang dapat dilakukan. Bagaimana dengan gaya hidup sehat, seperti menghindari ganti pasangan seksual? Bukankah itu lebih murah dan mudah dilakukan.

Terus terang, saya juga agak ragu dengan kampanye kondom sekarang ini. Saya sepenuhnya memahami manfaat kondom harus disebarkan kepada masyarakat dan penggunaan kondom bagi mereka yang memerlukan juga harus ditingkatkan. Namun, saya kira masyarakat akan kurang menerima jika kondom dibagikan secara langsung kepada generasi muda. Kondom dibagikan kepada mahasiswa, padahal tidak semua mahasiswa memerlukan. Apalagi dengan adanya duta kondom yang notabene citranya di masyarakat masih kontroversial.

Dalam upaya penanggulangan AIDS, katanya Komisi Penanggulangan AIDS mempertimbangkan aspek budaya dan agama. Tetapi, kenapa dalam hal kondom ini teman-teman aktivis AIDS tidak memilih cara yang lebih melibatkan tokoh agama ketimbang memancing reaksi dari kalangan agama di Indonesia. Katanya di Iran kalangan agama mendukung penggunaan kondom untuk pencegahan penyakit. Nah, bagaimana caranya agar di Indonesia hal tersebut dapat terwujud.

Mungkin kita harus mengubah strategi dengan lebih merangkul kalangan agama dan tidak hanya mau benar sendiri. Jika memang khitan baik untuk pencegahan AIDS dan penyakit lainnya, apakah bukan saatnya kalangan kedokteran meningkatkan layanan khitan yang murah dan mudah dijangkau masyarakat.

Sekarang ini layanan khitan yang murah hanya khitanan massal dan khitanan massal tidak setiap waktu ada. Mungkinkah pemerintah memberikan subsidi biaya khitan karena di Jakarta sekarang biayanya sudah mencapai Rp 1 juta. Mohon maaf jika pendapat saya kurang tepat, tetapi saya hanya ingin agar penanggulangan AIDS di Indonesia berhasil baik.

J di J


Kita memang mengutamakan upaya perubahan perilaku dalam mencegah penularan AIDS. Upaya ini disepakati oleh semua pihak, kelihatannya hal tersebut tidak sulit dilakukan dan manfaatnya besar. Namun, penelitian pada 2008 di negeri kita menunjukkan bahwa perubahan perilaku, sekurangnya pada kelompok perilaku berisiko, tidak terjadi secara meyakinkan.

Di luar harapan kita semua, melalui berbagai upaya penyuluhan, ternyata hubungan seksual tidak aman masih tinggi, penggunaan kondom rendah, penggunaan jarum suntik bersama meski menurun tapi masih belum seperti yang diharapkan. Karena itulah di samping perubahan perilaku yang tetap sangat penting ini, perlu ditambahkan intervensi biologis, seperti kondom, obat antiretroviral, khitan, dan penggunaan jarum steril.

Jika kita bersama dapat melakukan upaya pencegahan dengan baik, pada tahun 2020 kasus infeksi HIV yang diperkirakan akan mencapai 1.600.000 di Indonesia hanya akan menjadi 600.000 saja. Bayangkan kalau kita dapat menyelamatkan satu juta saudara kita dari penularan infeksi HIV. Namun, untuk itu diperlukan upaya bersama. Kita harus mengurangi silang pendapat yang tidak perlu dan lebih banyak melakukan tindakan nyata.

Mengenai obat antiretroviral, khitan, kondom, dan jarum suntik, saya rasa kita semua sudah tahu manfaatnya. Persoalannya adalah bagaimana membuat masyarakat yang seharusnya menggunakan alat-alat tersebut paham sehingga tidak tertular HIV. Kita berharap kepada orangtua, guru, dan kalangan agama agar terus menjaga agar penularan HIV tidak meningkat dengan mengajarkan gaya hidup sehat dan sesuai dengan agama.

Sementara itu, kita juga harus menjaga agar saudara-saudara kita yang belum tertular jangan sampai tertular dengan metode yang sudah diakui oleh kalangan kedokteran, yaitu obat antiretroviral, khitan, jarum suntik steril, dan kondom. Berbagai cara memang dapat dilakukan untuk mendorong masyarakat agar melindungi diri dari penularan HIV. Khitan harus ditingkatkan, pemberian antiretroviral juga harus memadai dan berkesinambungan, jarum suntik yang digunakan harus steril dan sekali pakai, serta penggunaan kondom ditingkatkan.

Kita sudah lama mengenal kondom untuk tujuan keluarga berencana. Sekarang, di banyak rumah sakit yang melayani masalah HIV, jika suami atau istri tertular HIV, maka diberikan kondom agar pasangannya tidak ikut tertular. Nah, bagaimana dengan penularan HIV melalui hubungan seksual. Ternyata masih terjadi peningkatan. Karena itu, penggunaan kondom harus ditingkatkan pula.

Dengan dukungan orangtua, kalangan agama, dan kalangan kesehatan, kita berharap upaya penanggulangan AIDS di negeri kita akan berhasil baik. Jika Anda beranggapan upaya pemahaman manfaat kondom melalui duta kondom kurang tepat, maka pendapat Anda ini tentu akan menjadi masukan bagi pihak-pihak yang berkepentingan. Namun, hendaknya kita menyadari bahwa kita harus segera bersama melakukan upaya agar satu juta warga Indonesia terhindar penularan AIDS pada tahun 2020 nanti. (Dr Samsuridjal Djauzi)

Kompas Cetak
Sumber :
Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!