Jumat, 25 Juli 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Mengatasi Pendarahan di Hidung
Senin, 14 Desember 2009 | 14:57 WIB
Hidung juga memiliki kemampuan mendeteksi bahaya.
TERKAIT:

KOMPAS.com -  Pendarahan di hidung biasanya terjadi akibat pecahnya pembuluh darah saat kita bersin, mengorek, atau mengembus napas terlalu kuat. Infeksi seperti pilek juga menyebabkan pembuluh darah di hidung cenderung lebih rapuh. Pendarahan bisa juga terjadi karena tekanan darah tinggi.

Peristiwa pecahnya pembuluh di hidung ini bisa berbahaya kalau banyak darah yang keluar. Bila terjadi akibat cedera kepala, darah yang keluar akan encer. Hal ini bisa sangat berbahaya karena mungkin berasal dari kebocoran cairan di sekitar otak.

Berikut ini yang bisa Anda lakukan:

  • Mintalah pasien duduk, kepala ditundukkan jauh ke depan. Kepala jangan sampai terangkat karena darah dapat mengalir ke belakang tenggorokan dan pasien bisa muntah.
  • Mintalah pasien bernapas dari mulut (ini juga memberi efek menenangkan) dan tekan batang hidungnya. Bantulah kalau perlu.
  • Katakan padanya supaya jangan berbicara, menelan, meludah, batuk, maupun bersin karena bisa mengganggu proses pembekuan darah. Berikan serbet bersih atau tisu untuk menyeka darah.
  • Setelah 10 menit, lepas tekanan di hidung. Jika hidung masih berdarah, tekan lagi selama 10 menit. Jika pendarahan terjadi selama lebih dari 30 menit, bawa atau kirimkan korban ke rumah sakit dalam posisi tetap menekan hidung.
  • Setelah pendarahan dapat diatasi dan korban tetap menunduk ke depan, bersihkan sekitar mulut dan hidungnya dengan air hangat.
  • Sarankan pada korban agar beristirahat dengan tenang selama beberapa jam dan jangan mengembus dari hidung supaya proses pembekuan darah tidak terganggu. @ Abd

 

Tabloid Gaya Hidup Sehat
Sumber :
Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!