Jumat, 21 November 2014
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Di Sanglah Bali, Bayi Lahir Tanpa Tempurung Kepala
Jumat, 11 Desember 2009 | 10:14 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com — Bayi laki-laki tanpa tempurung kepala berumur sembilan hari yang ditangani Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, Bali, Kamis (10/12/2009), diberikan terapi suportif demi kelangsungan hidup bayi malang itu.

"Terapi ini diberikan sebagai langkah perawatan dengan memberikan segala yang dibutuhkan bayi tersebut demi kelangsungan hidupnya," kata Direktur Medik dan Keperawatan RSUP Sanglah dr AA Ngurah Jaya Kusuma, Sp OG(K) saat dimintai konfirmasi di Denpasar, Jumat.

Terapi suportif yang akan diberikan dokter, antara lain, pemberian makanan ataupun nutrisi melalui cairan infus dan memberikan penghangatan bila si bayi mengalami kedinginan.
      
Menurut Jaya Kusuma, kasus yang terjadi pada bayi ini tergolong kasus yang sulit ditangani dan sangat jarang terjadi. "Di Indonesia sekitar 5 persen yang bertahan hidup akhirnya mengalami kelainan bawaan dan sebagian kecil saja yang merupakan kasus bayi tanpa tempurung kepala (uncephali)," ujarnya.

Mengenai kelainan bawaan yang dibawa si bayi tersebut, kata Jaya Kusuma, bisa saja diakibatkan kekurangan gizi saat berada dalam kandungan dan dapat juga disebabkan faktor lingkungan atau genetik.
      
Bayi laki-laki tersebut adalah anak kedua pasangan Kadek Wenten (35) dan Ni Ketut Sukartini (28) asal  Banjar Palasari, Kecamatan Grokgak, Kabupaten Buleleng.

Sebelum dirujuk ke RSUP Sanglah, bayi tersebut sempat dirawat di RS Kertah Wisada Buleleng. Namun, karena keterbatasan biaya perawatan, keluarga bayi ini memilih pulang ke kampungnya.

Namun, berselang tiga hari kemudian pihak RSUD Buleleng menjemput mereka dan merujuk ke RSUP Sanglah guna mendapatkan penanganan selanjutnya.

Antara
Sumber :
Penulis: AN   |   Editor: hertanto Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!