Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
Berhenti Merokok Tanpa Gemuk
Selasa, 8 Desember 2009 | 15:06 WIB

KOMPAS.com — Takut tubuh bertambah gemuk adalah salah satu alasan mengapa seseorang tak mau keluar dari jeratan asap rokok. Menurut Trina Ita, konseling dari American Cancer Society, pada umumnya orang yang berhenti merokok memang mengalami pertambahan berat badan sekitar 10 pound (4,5 kilogram).

Menjadi gemuk setelah berhenti merokok, menurut Ita, disebabkan oleh dua hal. Pertama, karena Anda makan lebih banyak. "Saat tidak merokok, Anda pasti ingin memasukkan sesuatu ke mulut. Sesuatu yang rasanya manis dan baunya harum, seperti makanan yang mengandung gula menjadi sangat menarik," ujar Ita.

Faktor kedua adalah faktor metabolisme. "Nikotin akan meningkatkan laju metabolisme sehingga saat kita berhenti merokok, metabolisme menjadi lambat," kata Lirio Covey, PhD, direktur program penghentian rokok dari Columbia University, New York, AS.

Tapi, hal itu bukan alasan untuk terus merokok. Apalagi, lebih banyak dampak negatif yang akan dirasakan bila kita nekat terus merokok.

Bila khawatir dengan berat badan, Covey menyarankan untuk aktif berolahraga. "Saat berhenti merokok, Anda bisa bernapas dengan lebih baik, sehingga lebih kuat berjalan dan berlari. Manfaatkan hal itu," katanya.

Olahraga juga akan membantu para perokok mengatasi rasa gelisah yang biasanya dirasakan saat putus nikotin.

Selain berolahraga, perhatikan asupan makanan Anda. Lebih baik makan sedikit namun sering. Minum cukup air untuk meningkatkan metabolisme tubuh. Bila rasa ingin merokok timbul, kunyahlah permen atau snack rendah kalori.

WebMD
Sumber :
Penulis: AN   |   Editor: hertanto Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!