
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah celengan dari bahan plastik warna merah dengan tempelan kertas kecil berbunyi "Untuk Bude Prita, dari Azka", Selasa (7/12) siang, masih tergeletak di meja posko pengumpulan koin buat Prita Mulyasari yang menyatu dengan percetakan CV Liana Sanjaya Abadi di Jalan Sultan Agung Yogyakarta.
Celengan itu baru saja dilubangi pada bagian bawahnya untuk mengeluarkan recehan yang ada di dalamnya. Maklum, oleh Azka warga Bausasran, Yogyakarta, tabungan miliknya itu diserahkan semuanya, tanpa ada yang disisakan pada Senin malam. Rupanya, Azka yang masih anak-anak pun ikut merasa prihatin dengan kondisi yang terjadi di negeri ini.
Di posko Jalan Sultan Agung sendiri, masyarakat yang ingin menyumbangkan koinnya datang silih berganti. Mereka berasal dari siswa sekolah, instansi swasta, masyarakat umum, mahasiswa, bahkan buruh yang sengaja datang dengan berjalan kaki. Hingga pukul 11.00, koin yang terkumpul di posko yang dibuka sejak Sabtu pekan lalu itu telah mencapai Rp 1.482.800.
Uang yang terkumpul jumlahnya bervariasi, ada yang hanya Rp 200, belasan ribu, hingga tak diketahui jumlahnya karena koin itu masih berada di dalam celengan. Dari beberapa celengan yang masuk hari ini misalnya, ada dua buah yang terbuat dari botol air mineral dari mahasiswa, dan tentu saja diserahkan dalam kondisi penuh koin.
Jam 10.00 ada satu posko lagi yang dibuka di Yogyakarta, yakni di Angkring Q Kafe Jalan Pandean Setya, ujar Chandra Rudi, Koordinator pengumpulan koin Yogyakarta.