Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
KOMPAS
RS Kelas Dunia Tidak Selalu Terkait Fasilitas Mewah
Kamis, 3 Desember 2009 | 19:29 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengertian rumah sakit berkelas dunia tidak mesti dimaknai atau tidak ada kaitan dengan kemewahan. Kompetensi dan pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan merupakan indikator utama.

Hal itu dikemukakan Direktur RS Cipto Mangukusumo (RSCM), Akmal Taher dalam simposium bertajuk Menjiwai Semangat Dr Cipto Mangunkusumo Menuju World Class Hospital, Kamis (3/12). Kegiatan tersebut dalam rangka Peringatan HUT Ke-90 RSCM.

Di Amerika, kata Akmal, rumah sakit berkelas internasional ditandai dengan keberhasilan-keberhasilan tinggi dalam menangani kasus sulit dan kasus yang mengancam jiwa. "Tidak selalu berhubungan dengan keberadaan kelas tiga atau kelas VIP," ujarnya.

Dia mengatakan, selama ini masih terdapat perdebatan dalam menentukan kriteri a rumah sakit internasional atau berkelas dunia. Secara majajemen dapat dimaknai lebih mudah dengan memeroleh berbagai akreditasi internasional. Tetapi, pengakuan sesungguhnya dilihat dari kemampuan tenaga kesehatan memecahkan berbagai kasus sulit.

Akmal mengatakan,  ejauh ini, sebagian besar pasien yang ditangani merupakan pasien miskin. Pasien RS Cipto Mangunkusumo masih paling besar yakni 77 persen merupakan orang miskin yang datang berobat dengan menggunakan kartu Keluarga Miskin dan Jaminan Kesehatan Masyarakat. Persentase pasien miskin itu juga meningkat dibandingkan dengan tahun lalu sebesar 71 persen. (INE)

 

Penulis: INE   |   Editor: Edj Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!