KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
WHO Investigasi Mutasi Virus A-H1N1
Senin, 30 November 2009 | 07:09 WIB
Kompas/Heru Sri Kumoro
Sejumlah siswi memegang poster 'Waspada Flu Babi' saat berlangsung sosialisasi influenaza A-H1N1 di SMA Negeri 7 Solo, Jawa Tengah, Rabu (15/7). Selain diterangkan tentang apa itu influenza A-H1N1, siswa juga diberi pengetahuan untuk terhindar dari flu ini, salah satunya dengan selalu mencuci tangan. Pelajar ini diharapkan bisa menyebarkan pengetahuan yang didapat kepada keluarga maupun masyarakat umum.
TERKAIT:

GENEVA, KOMPAS.com - Organisasi Kesehatan Dunia tengah meneliti dan menginvestigasi kasus-kasus mutasi virus influenza A-H1N1. Sejauh ini enam negara, yakni China, Jepang, Norwegia, Ukraina, Inggris, dan Amerika Serikat, melaporkan terjadi kasus transformasi virus tersebut.

Penasihat khusus Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Pandemi Influenza, Keiji Fukuda, mengatakan, yang ingin diketahui adalah sejauh mana mutasi-mutasi tersebut menunjukkan adanya perubahan fundamental sedang terjadi pada virus sehingga penyakit menjadi lebih berbahaya dan lebih mudah menginfeksi.

”Kami belum dapat memastikan sejauh mana mutasi-mutasi virus itu terjadi,” kata Keiji Fukuda.

Namun, dia mengatakan, mutasi virus influenza merupakan hal yang umum. WHO berusaha mengidentifikasi, apakah mutasi-mutasi yang dilaporkan itu mengalami jenis perubahan yang mengarah kepada perubahan klinis dan menyebabkan penyakit bertambah parah atau sebaliknya, menjadi semakin ringan.

WHO juga berusaha mencari tahu sejauh mana virus berkembang sehingga mengubah peta epidemologi. Saat ini virus H1N1 yang bermutasi ditemukan pada pasien dengan kondisi berat dan ringan. Masih diselidiki seberapa banyak mutasi ditemukan pada pasien dengan kondisi berat.

Delapan kasus

Di China ditemukan delapan kasus mutasi virus. Direktur Pusat Influenza Nasional China Shu Yuelong menyatakan, sejauh ini virus yang bermutasi tersebut tidak resisten terhadap obat dan masih dapat dicegah dengan vaksin.

Di Amerika Serikat, para dokter melihat pola yang mengkhawatirkan terjadinya infeksi bakteri serius pada pasien influenza A-H1N1, yang kebanyakan terjadi pada para pemuda. Anne Schuchat dari Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, mengatakan, pola tersebut biasa terjadi pada pandemi seperti A-H1N1, tetapi kali ini cukup berat sehingga membutuhkan perhatian besar dokter dan harus segera ditangani.

Di Norwegia, terdapat dua kematian dan satu kasus berat akibat varian virus H1N1. Mutasi tersebut dikhawatirkan menyebabkan penyakit menjadi lebih berat karena menginfeksi jaringan lebih dalam dari biasanya.

Selain itu, WHO juga tengah memetakan kasus resistensi tamiflu yang terjadi di Inggris dan Amerika Serikat. (AFP/Reuters/MSNBC.COM/INE)

Editor: jimbon   |   Sumber : Kompas Cetak Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!