KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Heteroseksual Pemicu Utama Penularan HIV di Indonesia
Kamis, 26 November 2009 | 21:00 WIB
shutterstock

JAKARTA, KOMPAS.com — Survei terakhir yang dilakukan Departemen Kesehatan bersama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) pada tahun 2009 membuktikan bahwa pemicu utama penularan HIV/AIDS di Indonesia adalah hubungan heteroseksual. Hasil survei ini disampaikan oleh wakil dari Departemen Kesehatan, Prof Dr Candra Yoga dalam Seminar Advokasi "Akses Universal dan Hak Asasi Manusia" di Jakarta, Kamis (26/11).

"Sepuluh tahun terakhir sampai dengan September 2009 ini kasus HIV/AIDS di Indonesia meningkat sangat cepat, dan paling banyak ditularkan melalui hubungan heteroseksual," jelasnya. Dari seluruh kasus penularan HIV/AIDS di Indonesia, sebanyak 48,8 persen ditularkan melalui hubungan heteroseksual, disusul penggunaan narkoba suntik sebanyak 41,5 persen, dan homoseksual sebanyak 3,3 persen.

Hasil survei ini cukup mengejutkan mengingat dalam survei-survei sebelumnya yang juga dilakukan Depkes, IAKMI, dan KPAN tercatat bahwa penggunaan narkotika melalui jarum suntiklah yang menjadi penyebab penularan HIV/AIDS paling signifikan di Indonesia.

Menanggapi hal ini, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih langsung bereaksi cepat menyusun kebijakan penanggulangan HIV/AIDS untuk 5 tahun mendatang dengan sasaran utama, yaitu para pelaku hubungan heteroseksual menyimpang seperti wanita pekerja seks (WPS) dan pelanggan WPS.

"Penanganan infeksi-infeksi HIV/AIDS baru harus segera dilakukan. Pemerintah juga sudah merencanakan kebijakan penanggulangan HIV/AIDS untuk 5 tahun mendatang maupun target 100 hari sektor kesehatan. Sasaran utama dalam kebijakan penanganan ini adalah populasi kunci seperti para pelaku hubungan heteroseksual menyimpang, seperti pekerja seks komersial," katanya.

Penulis: C20-09   |   Editor: wah Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!