KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Kaum Gay dan Waria Usulkan Kesetaraan HAM
Kamis, 26 November 2009 | 20:49 WIB
Dhoni Setiawan
Seorang transgender mengamen di perempatan Cempaka Putih, Jakarta Timur, Kamis (20/11). Kaum transgender yang merupakan masyarakat urban Jakarta harus berjuang keras untuk bisa hidup di tengah stigma normal dan tidak normal. Stigma itu juga kerap membuat mereka mengalami diskriminasi dan kekerasan.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Organisasi Gay, Waria, Lelaki Seks dengan Lelaki-Indonesia atau yang disingkat GWL INA mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap sistem birokrasi pelayanan kesehatan di negeri ini. GWL INA mengeluhkan masih adanya diskriminasi dari tenaga medis saat melayani mereka.

"Layanan kesehatan bagi GWL itu masih kurang sekali, contohnya kalau ada waria-waria yang memeriksakan diri ke petugas kesehatan," ujar  Ketua GWL Indonesia, Tono Permana, di Jakarta, Kamis (26/11).

Lanjut Tono, kaum GWL tidak hanya didiskreditkan dalam hal pelayanan kesehatan, tetapi juga dalam aspek-aspek lain.

"Masih banyak razia dan penggerebekan di tempat-tempat mejeng waria dan panti pijat yang masih sering diikuti dengan pelanggaran HAM, pelecehan, dan perampasan barang milik pribadi," katanya seraya menambahkan, masih ada stigma buruk dan diskriminasi komunitas GWL oleh masyarakat.

Penulis: C20-09   |   Editor: made Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
Dapatkan Informasi Kesehatan Disini!